Simak Kumpulan Hoaks Seputar Bom

·Bacaan 4 menit
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta- Peristiwa pegeboman menimbulkan berbagai reaksi, kondisi ini kerap dimanfaatkan oknum dengan menyebar hoaks untuk memperparah suasana.

Cek Fakta Liputan6.com melalui penelusurannya telah membuktikan, sejumlah informasi seputar pengeboman yang beredar di media sosial hoaks.

Berikut hoaks seputar pengeboman hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Eks Anggota Intel yang Dipecat

Klaim tentang pelaku bom Gereja Katedral Makassar adalah mantan anggota intel yang telah dipecat karena jadi bandar narkoba beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Bhiksu Leo Opung Manata pada 3 April 2021.

Akun Facebook Bhiksu Leo Opung Manata mengunggah gambar berisi narasi bahwa pelaku bom Gereja Katedral Makassar merupakan mantan anggota intel yang dipecat.

Berikut narasinya:

"ARGO YUWONO:

Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar bernama Bernard Silalahi, Suku Batak, Protestan, Mantan anggota intel yang telah di pecat karena jadi Bandar Narkoba"

"Amittabaa..

Teroris memang pengikut ajaran radikalis," tulis akun Facebook Bhiksu Leo Opung Manata.

Benarkah pelaku bom Gereja Katedral Makassar adalah mantan anggota intel yang telah dipecat karena jadi bandar narkoba? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pelaku bom Gereja Katedral Makassar adalah mantan anggota intel yang telah dipecat karena jadi bandar narkoba ternyata tidak benar.

Faktanya, pelaku bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan adalah pasangan suami-istri berinisial L dan SWF.

2. Pernyataan Waketum MUI Anwar Abbas Tentang Urus Pelaku Bom Bunuh Diri Secara Islam

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam.

klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam diunggah akun Facebook Filipitwo Tentoeleven, pada 1 April 2021.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar judul artikel "Wakil Ketua MUI: Bom di Gereja Makassar Jangan Dikaitkan dengan Agama".

Dalam tangkapan layar tersebut terdapat foto Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas, kemudian pada bagian bawah foto terdapat tulisan sebagai berikut:

"Waketum MUI: Urus Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Secara Islam"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Sesama teroris harus saling membela"

Benarkah pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam tidak benar.

Anwar Abbas tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam.

3. Ledakan di Kilang Minyak Balongan Akibat Serangan Teroris

Klaim tentang ledakan di kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat akibat serangan teroris beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Andi Permata pada 29 Maret 2021.

Akun Facebook Andi Permata mengunggah sebuah narasi berisi klaim ledakan di kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat akibat serangan teroris.

"Ledakan bom di gereja dengan ledakang kilang minyak di Balongan adalah serangan teroris..." tulis akun Facebook Andi Permata.

Konten yang disebarkan akun Facebook Andi Permata telah 6 kali direspons dan mendapat 3 komentar warganet.

Benarkah ledakan di kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat akibat serangan teroris? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tentang ledakan di kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat akibat serangan teroris ternyata tidak benar.

Faktanya, dugaan sementara ledakan dan kebakaran di kilang minyak Balongan disebabkan kebocoran pipa. Sementara PT Pertamina masih menginvestigasi peristiwa tersebut.

4. Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Polisi Mabuk Miras

Klaim tentang pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Ridwan Jaya pada 28 Maret 2021.

Akun Facebook Ridwan Jaya mengunggah gambar berisi narasi sebagai berikut:

"Bom meledak didepan Gereja katedral Makasar 28 maret 2021. Diduga kuat pelaku adalah 3 orang Polisi yang sedang mabuk Miras".

"Skenarioo rezim bahlul ala Jokonwi Dj4nncuuk tenan..

inilah keganasan & kebiadaban rezim JOKONWIMaksud hati mau Niat jahat. Adu domba antar umat beragama.

Apa daya Boom keburu meledak ketika di pasang Polisi Komunis Indonesia ( PKI ).

kami umat Kristen mengutuk keras para pelaku dan yg memerintahnya.

Smg tuhan Yesus mengutuk mereka dunia akhirat. Ameein.

Smg umat Kristen tdk terprovokasi menyalahkan umat lain.

Halelluyaa..fuji tuhan Yesus.......," tulis akun Facebook Ridwan Jaya.

Konten yang disebarkan akun Facebook Ridwan Jaya telah 12 kali dibagikan dan mendapat 24 komentar warganet.

Benarkah pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras ternyata tidak benar. Faktanya, pelaku bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan adalah pasangan suami-istri berinisial L dan SWF.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut