Simak Kumpulan Hoaks Seputar Covid-19 yang Beredar Lewat WhatsApp

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar Covid-19 beredar lewat berbagai salurkan kominikasi, WhatsApp menjadi salah satunya. Namun tidak semua kabar tersebut benar, sebab kita harus hati-hati agar tidak menjadi korban hoaks.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar Covid-19 yang beredar di WhatsApp, hasilnya sebagian informasi terbukti hoaks.

Simak hoaks seputar Covid-19 yang beredar di WhatsApp:

1. Undangan Vaksinasi Moderna Dosis Ketiga

Cek Fakta Liputan6..com mendapati informasi undangan vaksinasi Moderna dosis ketiga, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut undangan vaksinasi Moderna dosis ke tiga:

Benarkah Cek informasi undangan vaksinasi Moderna dosis ketiga? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

2. Tes Covid-19 Murah dan Sederhana Ini Tidak Benar

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi tes Covid-19 murah dan sederhana. Informasi tes Covid-19 murah, sederhana tersebut beredar lewat WhatsApp, yang menyebutkan tes tersebut dapat dilakukan hanya dengan tahan napas selama 30 detik di setiap pagi.

Berikut informasi tes Covid-19 murah dan sederhana tersebut:

"Test Bebas infeksi Covid-19 dengan gejala klinik SEDANG sampai BERAT.

Lakukan Setiap Pagi: Murah, Sederhana, dan Praktis!

Tarik nafas sedalam2nya yang anda mampu, kemudian tahan nafas 30 detik.Setelah itu buang nafas pelan2, lalu kembali bernafas normal.

Bila anda dapat melakukannya tanpa rasa pusing, tanpa sesak nafas, tanpa jantungberdebar, berarti paru2 anda sehat, bebas dari fibrosis paru.

Penderita infeksi Covid-19 dengan gejala klinis SEDANG sampai BERAT umumnya tidak akan mampu melakukan test tahan nafas 30 detik karena fibrosis paru.

Inilah cara mudah untuk mendeteksi apakah seseorang sudah terjangkit Covid-19.Kelemahannya, tidak bisa mendeteksi OTG.Infeksi Covid-19 ringan mungkin masih mampu melakukan test tahan nafas ini.

Salam sehat!"

Benarkah informasi tes Covid-19 murah dan sederhana? Simakpenelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

3. Mengunyah Cengkeh atau Kayu Manis untuk Meningkatkan Kadar Oksigen

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh:

"Tolong beri tahu siapa saja yang kadar oksigennya rendah untuk mengunyah cengkeh atau kayu manis. Ini meningkatkan kadar oksigen. Hal ini dibuktikan dengan seseorang yang kadar oksigennya turun menjadi 91 red alert selama 2 atau 3 hari. Mereka tidak bisa mendapatkan rumah sakit atau hotel karantina. Beberapa orang menyuruh mereka untuk mencoba mengunyah cengkeh atau kayu manis & kemudian kadar oksigen meningkat secara bertahap menjadi 95 & sekarang 97/98. Tolong bagikan ini bisa menyelamatkan nyawa. Bahkan alpukat sangat bagus."

Benarkah informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel