Simak Kumpulan Hoaks Seputar Magnet, dari Vaksin sampai Daging

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Magnet benda yang kerap dikaitkan terdapat di dalam tubuh mahluk hidup, informasi tersebut tersebar hingga membuat sejumlah orang percaya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral seputar magnet, hasilnya kabar tersebut terbukti tidak benar.

Berikut kumpulan hoaks seputar magnet:

1. Magnet Bisa Menempel pada Lengan Orang yang Sudah Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan terkait magnet yang menempel pada lengan orang yang sudah divaksin covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Adiba Yasmi II. Ia mempostingnya di Facebook pada 16 Mei 2021.

Dalam postingannya terdapat video berdurasi 25 detik. Video itu menunjukkan sebuah magnet yang tertempel pada lengan seseorang yang diklaim sudah divaksin covid-19.

Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi: "TRUE OR FALSE, YOU CAN TRY IT WITH THAT MAGNET..I KNOW THIS MAGNET IS ALWAYS ATTACHED TO METAL AND STEEL IRON KPD .. BG ANYONE WHO HAS TAKEN THE COVID19 VACCINE INJECTION, CAN TRY THIS METHOD FOR THE PATIENT ... THE CONTENT OF THE VACCINE TAKEN BY THE PEOPLE SHOULD BE INVESTIGATED ... IT ALSO DEPENDS ON KPD KJ ... THE PEOPLE ARE GROWING INTELLIGENT ..."

atau dalam Bahasa Indonesia : "BENAR ATAU SALAH, ANDA BISA MENCOBA DENGAN MAGNET ITU .. SAYA TAHU MAGNET INI SELALU TERLAMPIR PADA KPD BESI LOGAM DAN BAJA .. BG SIAPA PUN YANG TELAH MENGAMBIL INJEKSI VAKSIN COVID19, DAPAT MENCOBA METODE INI UNTUK PASIEN ... ISI VAKSIN YANG DIAMBIL ORANG HARUS DILINDUNGI ... JUGA TERGANTUNG KPD KJ ... ORANG YANG TUMBUH CERDAS"

Lalu benarkah video yang mengklaim magnet bisa menempel pada lengan orang yang sudah divaksin covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com pada halaman berikut ini.

2. Video Daging Mengandung Magnet

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video daging mengandung magnet, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Oktober 2021.

Klaim video daging mengandung magnet yang diunggah berupa rangkaian video yang menampilkan seorang memegang daging kemasan kemudian menempelkan benda seperti uang logam pada kemasa tersebut.

Video berikutnya menampilkan daging di dalam kemasan kemudian ditempelkan koin dilanjutkan dengan tayangan lengan seseorang ditempelkan sebuah benda.

Pada video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Mudah-mudahan nggak masuk Indonesia daging ayam mengandung grahene/magnet, kecuali McDonald patut dipertanyakan (spike proteins)"

Video berikutnya menampilkan daging pada mesin yang menusuk dengan benda panjang. Pada video tersebut terdapat tulisan "Proses penyuntikan graphene kedalaman daging,mudah2an nggak masuk +62".

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Bagi yang suka beli daging beku/ import sebaiknya berhati虏 atau bawa magnet untuk ngetes, apakah dagingnya mengandung graphene oxide apa tidak 馃榿Ingat Hanya yg import !!!"

Benarkah klaim video daging mengandung magnet? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com pada halaman berikut ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel