Simak Panduan Memandikan Bayi Ini, Agar Lebih Tenang dan Nyaman

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tantangan bagi orang tua baru dalam merawat bayi yang baru lahir adalah saat proses memandikan bayi. Tubuh bayi yang masih kecil dan rapuh, kerap membuat orang tua khawatir, takut sang bayi mengalami sesuatu saat dimandikan. Belum lagi risiko terhirup air, sabun atau bahkan tenggelam dalam bak mandi karena tubuh bayi cenderung licin jika basah.

Namun, Ayah dan Bunda jangan terlalu khawatir. Selama sudah tahu prosedurnya dan terus berlatih dengan hati-hati, memandikan bayi baru lahir akan menjadi mudah dan aman.

Frekuensi memandikan bayi baru lahir

Dikutip dari klikdokter, di Eropa dan Amerika terdapat rekomendasi memandikan bayi baru lahir tiga kali seminggu dalam minggu-minggu pertama kehidupannya. Mengingat Indonesia termasuk negara dengan kelembapan tinggi sehingga mudah berkeringat, proses mandi pada bayi baru lahir boleh dilakukan lebih sering, misalnya satu kali sehari.

Apabila melihat bayi tampak berkeringat, basah terkena gumoh maupun tumpahan susu, terutama bagian lipatan leher, Bunda bisa saja memutuskan untuk memandikannya. Namun, bila masih bisa dibersihkan dengan diseka lap hangat maka hal itu lebih baik. Hal ini untuk menghindari kedinginan pada bayi.

Persiapan sebelum memandikan bayi

Sebelum masuk ke proses memandikan bayi baru lahir, ada beberapa persiapan yang perlu Bunda perhatikan agar selama proses memandikan bayi berjalan aman dan nyaman.

1. Persiapkan semua alat dan kebutuhan

Kumpulkan semua alat yang dibutuhkan sebelum mulai memandikan bayi. Pastikan, semua kebutuhan mandi ada dalam jangkauan Bunda sehingga tidak perlu beranjak atau meninggalkan bayi.

Alat-alat yang dibutuhkan, di antaranya bak mandi, air hangat dalam baskom, perlak, lap mandi (washlap), sabun, handuk, kapas, popok baru, baju dan celana pengganti, serta topi. Selain itu, bedong bayi juga perlu disiapkan agar nantinya bayi bisa lebih nyaman dan tenang.

2. Lokasi mandi

Pilih lokasi memandikan bayi yang paling aman dan nyaman. Area pijakan tidak licin ketika terkena air. karena lantai yang licin akan berbahaya ketika mengangkat bayi dari bak mandi. Seperti dijelaskan sebelumnya, tubuh bayi baru lahir sangat licin ketika basah, dan Bunda harus sangat stabil saat memegangnya.

Maka dari itu, jika memiliki bayi baru lahir, Anda juga harus rutin menyikat kamar mandi agar area tersebut tidak licin dan aman saat memandikan bayi.

3. Suhu air dan ruangan

Bayi baru lahir akan dengan cepat merasa kedinginan, maka dari itu memandikan bayi harus menggunakan air hangat, jangan gunakan air suhu ruangan (air biasa) maupun air yang panas.

Bila Bunda memiliki pengukur suhu, maka suhu 32 derajat Celsius dikatakan pas untuk bayi. Sebelum menggunakan air hangat itu, pastikan Bunda sudah bisa merasakannya sendiri dengan lipatan sebalah dalam pergelangan. Jika terasa panas, campurkan dengan air dingin agar suhunya lebih cocok.

Selanjutnya

4. Jumlah air dalam bak

Saat memandikan bayi baru lagi tidak perlu air yang melimpah sampai merendam tubuh bayi, cukup hanya sekitar ketinggian 2-3 inci. Hal ini untuk mencegah pusar bayi yang belum terlepas terendam air terlalu lama. Selain itu, air yang terlalu banyak berisiko masuk ke saluran pernapasan bayi, misalnya saat pegangan Bunda terlepas atau bayi terguling.

5. Durasi mandi bayi

Proses memandikan bayi baru lahir tidak menghabiskan waktu lama, 3-5 menit sudah cukup untuk memandikan bayi. Terpenting adalah seluruh area terutama lipatan tubuh sudah dibersihkan. Semakin lama Bunda memandikan bayi maka suhu air dalam bak mandi akan semakin berkurang dan akan membuat bayi kedinginan.

6. Jangan tinggalkan bayi dari pengawasan

Jangan beranjak dari tempat sebelum seluruh proses memandikan bayi selesai. Meski air dalam bak tampak dangkal dan bayi juga terlihat tenang, Bunda tidak disarankan meninggalkan bayi. Maka dari itu sejak awal semua peralatan mandi bayi harus sudah lengkap dan terjangkau tangan Bunda, sehingga tidak ada alasan untuk sejenak meninggalkan bayi.

Setelah semua persiapan dan prinsip penting dipahami, Bunda sudah bisa siap untuk memandikan bayi.

Panduan memandikan bayi baru lahir

  • Saat suhu air, ruangan dan perlengkapan mandi telah siap, buka baju bayi secara perlahan. Angkat bayi dengan hati-hati, kemudian baringkan di dalam bak mandi.

  • Selama dibaringkan dalam bak mandi, tangan kiri Bunda dilebarkan untuk menahan kepala, leher, dan punggung bayi sekaligus. Ujung jari-jari dikepitkan di ketiak kiri bayi, dengan begitu tangan Anda akan mantap menggenggam sisi tubuh bayi. Pastikan pegangan Anda erat karena tubuh bayi akan sangat licin ketika basah.

  • Dengan tangan kanan, usapkan sabun dan gosok tubuh bayi dengan perlahan. Bersihkan semua area tubuh bayi terutama lipatan tubuh seperti leher, ketiak, selangkangan, dan lipatan lutut.

  • Basuh busa sabun dengan air hangat secara perlahan. Hati-hati jangan sampai air masuk ke mata, hidung atau mulut bayi. Gunakan shampoo dan sabun khusus bayi sesuai tahapannya usianya, pastikan bersifat hypo-allergenic dan aman digunakan pada kulit bayi yang sensitif.

  • Saat busa sudah dibersihkan, angkat bayi dengan hati-hati dan keringkan di atas handuk dengan segera untuk mencegah kedinginan.

Panduan memandikan bayi di atas diperuntukkan bagi orang yang menggunakan tangan kanan secara dominan. Bagi Bunda yang menggunakan tangan kiri secara dominan, maka tinggal membaliknya.

Sinyal ketidaknyamanan bayi

Setelah proses mandi selesai, Bunda dapat memasangkan popok, baju, celana, dan topi bayi. Pasangkan bedong bayi tanpa memaksakan untuk meluruskan tangan maupun kaki bayi. Bedong bayi secara longgar, jangan terlalu ketat.

Ada saatnya bayi tidak senang dimandikan atau menangis sepanjang mandi. Ini merupakan sinyal adanya ketidaknyamanan pada bayi saat tidak berpakaian, tetapi bukan berarti Bunda melakukan hal yang salah.

Jika hal tersebut terjadi, mandikan bayi yang menangis secara cepat agar tidak memperlama rasa tidak nyaman yang dialaminya. Pastikan suhu ruangan dan suhu air tidak terlalu dingin untuk bayi.

(*)