Simak, Upaya BI Dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi RI

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membeberkan, beberapa langkah-langkah dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional di 2021. Salah satu yang dilakukan adalah mendorong kredit pembiayaan ke dunia usaha.

"Memang fokusnya adalah dorong kredit pembiayaan ke dunia usaha. Makanya kami datang untuk mengajak gotong royong," katanya dalam acara Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, yang disiarkan lewat Youtube Kemenkeu RI, Kamis (25/3/2021).

Langkah kedua dilakukan BI yakni mendukung dari sisi makro ekonomi, dengan menurunkan suku bunga. Saat ini suku bunga sudah berada di lever 3,5 persen, menjadi terendah sepanjang sejarah.

Kemudian BI juga berupaya mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah (NTR). Saat ini Rupiah berada Rp14.460 per dolar AS pada pukul 10.16 WIB. "NTR kami stabilkan, dulu pernah hampir 17 ribu. Sekarang pun terus melakukan stabilisasi," imbuhnya.

Selanjutnya BI juga sudah melakukan pelonggaran kuantitatif atau QE sejak tahun lalu yakni hampir 5,1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tak hanya itu, bank sentral pada tahun 2020 juga telah membiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp473,4 triliun, melalui burden sharing.

"Itu dilakukan untuk membiayai kesehatan, bansos. Bahkan ini masih sisa dari tahun lalu. BI juga membiayai Rp47 triliun buat beli vaksin dari anggaran Rp74 triliun. Jadi BI allout dukung pemulihan ekonomi," katanya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Diprediksi 1,5 Persen Meski PPKM Mikro

Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pemerintah telah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dimulai sejak 23 Maret-5 April 2021. Perpanjangan PPKM mikro jilid keempat ini pelaksanaannya diperluas di 15 provinsi di Indonesia.

Kendati ada perpanjangan pembatasan, Ekonom Senior Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 nanti akan tumbuh positif.

"Meskipun masih ada PPKM mikro, saya perkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II akan positif dikisaran 0,5 persen sampai dengan 1,5 persen," ujar Piter kepada Liputan6.com, Rabu (24/3/2021).

Proyeksi itu dikeluarkannya lantaran basis hitung pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 masih mengacu pada periode sama tahun sebelumnya. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 terkontraksi parah minus 5,32 persen akibat masa awal pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2020 sudah terkontraksi sangat dalam. Dasar hitung triwulan II 2021 menjadi lebih rendah. Sedikit saja terjadi pertumbuhan akan terhitung positif," jelas Piter.

Sebaliknya, dasar perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 harus bersandar pada periode tahun sebelumnya yang masih bergerak positif. Piter menerangkan, pertumbuhan ekonomi 2,97 persen di kuartal I 2020 secara statistik digunakan sebagai basis hitung untuk kuartal I 2021.

"Karena basis hitungnya tinggi, maka meskipun pada triwulan I 2021 sudah ada perbaikan, tetapi tetap masih lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi menjadi negatif," paparnya.

Oleh karenanya, ia senada dengan proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 masih akan terkontraksi negatif di kisaran minus 1 persen hingga minus 0,1 persen.

"Saya sependapat dengan bu Sri Mulyani. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 akan lebih baik dibandingkan triwulan IV tahun lalu, tetapi masih akan negatif di kisaran minus 1 persen," tandas Piter.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: