Simak Upaya Pemerintah Cetak Generasi Bangsa Produktif Lewat Kemenkeu Mengajar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam mendukung pendidikan di Indonesia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 56,2 triliun melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset, dan Teknologi, untuk program Merdeka Belajar di 2021.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, dana tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar mampu mencetak generasi bangsa yang produktif pada tahun 2045.

“Di tahun 2045 bonus demografi kita adalah yang puncak-puncaknya, itu prediksi dimana generasi yang sekarang ini akan produktif di tahun 2045,” kata Heru dalam sambutan di acara CERDIK (Cerita di Kemenkeu Mengajar) secara virtual, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, jika bonus demografi ini tidak disertai edukasi yang baik, maksimal, berkualitas, dan menciptakan manusia yang maju, mandiri, dan modern, maka bonus demografi ini tidak akan maksimal.

Oleh karena itu menjadi sebuah kewajiban untuk mempersiapkan generasi muda dan sehingga bisa memanfaatkan bonus demografi ini secara maksimal.

“Bagaimana pendukungnya dalam bentuk penganggaran yang semaksimal mungkin ada program Merdeka belajar, yang ini sudah kita dengar dan kita sudah mulai lihat implementasinya di dalam APBN kita untuk program Merdeka belajar pada tahun 2021 kita siapkan dana yang luar biasa lumayan besar yaitu Rp 56,2 triliun,” ujarnya.

Sehingga, kita harus bisa memanfaatkan dana ini, supaya betul-betul bisa menghasilkan suatu generasi yang mampu memanfaatkan bonus demografi yang maksimal.

Selanjutnya Kemenkeu tidak hanya terbatas pada menyiapkan anggaran, pihaknya juga ingin berkontribusi lebih lagi khususnya dalam bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat berkaitan dengan tugas dan fungsi dan peran daripada Kementerian Keuangan, khususnya dalam rangka bagaimana mencerdaskan kehidupan berbangsa dan negara.

“Khususnya lagi ini berkaitan bagaimana pembangunan human capital bisa kita kuatkan untuk mendorong kemajuan teknologi, pengetahuan, keterampilan dan keahlian bangsa kita Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Program Khusus

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memberi keterangan terkait Manifes Generasi III di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (7/1). Sistem ini merupakan inovasi dan strategi dalam rangka merespons pesatnya perkembangan industri. (Liputan6.com/JohanTallo)
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memberi keterangan terkait Manifes Generasi III di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (7/1). Sistem ini merupakan inovasi dan strategi dalam rangka merespons pesatnya perkembangan industri. (Liputan6.com/JohanTallo)

Dia menjelaskan, untuk mendorong generasi yang produktif, Kementerian Keuangan mempunyai program khusus yang disebut dengan Kemenkeu mengajar atau program KM. Program KM ini sudah masuk tahun ke-6 dan ini akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 November 2021 beberapa tempat di seluruh Indonesia.

“Bahkan kami juga menyelenggarakan Kemenkeu mengajar ini di sekolah Indonesia yang di luar negeri, termasuk tentunya adalah sekolah-sekolah di dalam negeri. Banyak sekali sekolah yang ikut berpartisipasi dalam KM yang ke-6 ini ada sekitar 345 sekolah,” ujarnya.

Dia pun meyakini bahwa dengan memberikan penjelasan dan pengarahan ini mudah-mudahan Indonesia bisa lebih mengenal dan mencintai kementerian keuangan khususnya berkaitan dengan Kemenkeu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel