Siman Fokus Bentuk Komposisi Tubuh Demi Imbangi Porsi Latihan

Yudhi Maulana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Atlet renang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa terus mengasah kemampuan diri. Latihan fisik dan teknik terus dilakukan sesuai dari arahan pelatih, dan tidak lupa komposisi tubuh ideal untuk menyesuaikan porsi latihan menjadi perhatian.

Siman membeberkan cara jitu untuk mendapatkan nutrisi seimbang dalam tubuh. Menurutnya makanan bernutrisi adalah faktor penting untuk bisa mencapai target latihan.

Butuh disiplin dan komitmen dalam mengkonsumsi makanan yang diperlukan. Dia melihat bahwa makanan adalah salah satu elemen yang tidak dapat dipisahkan antara latihan dan hasil yang didapat. Untuk itu dia tidak sembarangan soal makanan yang dikonsumsi.

Untuk mengimbanginya bahkan ada perhitungan khusus oleh pihak terkait. Itu selaras seperti yang dikutip melalui www.kachimeshi-indonesia.com, di mana pola nutrisi seimbang sangat diperlukan oleh seorang atlet.

"Mulai awal Desember, suplai makanan bernutrisi kembali dilakukan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencapai hasil latihan yang maksimal. Makanan yang dikirimkan kepadaku setiap harinya adalah hasil perhitungan ilmiah dari kebutuhan energi sehari - hari berdasarkan pola dan volume latihan setiap hari yang aku jalani baik di kolam renang maupun latihan fisik di luar kolam," kata Siman.

Lebih detail, Siman baru bisa mengkonsumsi makanan melalui proses sebagai berikut. Program yang dibuat oleh pelatih Albert Sutanto nantinya diperiksa oleh Nutrisionis, Emilia Achmadi untuk untuk dihitung perkiraan rata – rata kebutuhan nutrisi seimbang yang harus diasup melalui makanan sehari – hari yaitu sarapan, makan siang dan makan malam.

Program pelatihan dan kondisi fisik per awal bulan Desember ini menunjukkan bahwa kebutuhan asupan nutrisi setiap hari adalah sebanyak 3,300 KKal (Kilo Kalori) per hari atau 1,000 KKal lebih banyak dibandingan dengan bulan Juni yang lalu hasil dari meningkatnya frekuensi latihan setiap harinya. Formulasi kebutuhan ini dalam bentuk makanan lebih spesifik lagi harus didapat dari kombinasi 40 persen karbohidrat, 30% persen protein dan 30% lemak.