Simon McMenemy: Sutradara Sejati Bhayangkara FC Hadapi BRI Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Bhayangkara FC cukup siap menghadapi kerasnya persaingan BRI Liga 1 2021/2022. Tim yang memiliki julukan The Guardians akan memulai petualangannya dengan menantang debutan Persiraja Banda Aceh di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021) malam.

Tidak hanya skuad yang dihuni oleh Evan Dimas dan kawan-kawan untuk menggambarkan kekuatan Bhayangkara FC. Ada sosok figur yang tak kalah krusial nya, yaitu Simon McMenemy. Bak cinta lama bersemi kembali karena Simon McMenemy jatuh lagi ke pelukan Bhayangkara FC.

Tepatnya pada akhir Februari 2021 lalu, atau persiapan Bhayangkara FC menghadapi ajang turnamen pramusim Piala Menpora. Pria asal Skotlandia itu kembali ke Bhayangkara FC untuk duduk di posisi tim kepelatihan.

Jelas sosoknya tidak asing lagi bagi Bhayangkara FC karena Simon pernah bekerjasama sebagai pelatih kepala. Simon McMenemy pernah dua tahun melatih Bhayangkara Solo FC pada 2017-2018.

Dalam periode itu, pelatih berusia 43 tahun ini berhasil mempersembahkan trofi Liga 1 2017. Simon seperti menjadi sutradara bagi permainan Bhayangkara FC, dibantu oleh Ibnu Grahan yang akhirnya berhasil merengkuh gelar juara.

Jika sebelumnya Simon McMenemy identik dengan posisi pelatih, kali ini ia akan menempati jabatan sebagai Direktur Teknik Bhayangkara Solo FC. Manajemen Bhayangkara FC memiliki pertimbangan kuat untuk memulangkan kembali Simon.

Sosoknya dinilai sangat memahami karakter pemain dan permainan Bhayangkara FC. Ia dianggap seperti menjadi bagian dari keluarga dan dibuktikan dengan prestasi juara empat tahun lalu.

Berpengalaman

Direktur teknik Bhayangkara Solo FC, Simon McMenemy, berbincang dengan Paul Munster saat ikut memimpin latihan para pemain di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)
Direktur teknik Bhayangkara Solo FC, Simon McMenemy, berbincang dengan Paul Munster saat ikut memimpin latihan para pemain di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)

Satu di antara keistimewaan Simon McMenemy adalah jam terbang sebagai pelatih muda yang dimulai pada tahun 2010. Ia berhasil membuat wajah Timnas Filipina yang awalnya biasa-biasa saja, menjadi kekuatan baru Asia Tenggara.

Filipina yang jika dulunya sering menjadi bulan-bulanan termasuk oleh Timnas Indonesia, berubah semenjak ditangani Simon. Dirinya membawa pengaruh besar atas kebangkitan sepak bola Filipina yang saat ini pun terus berkembang, meski Simon sudah berada di Indonesia.

Kariernya menanjak setelah menjalani kiprah hebat bersama Timnas Filipina. Simon lantas berkiprah di Liga Indonesia bersama Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya. Setelah itu menanjak hingga dipinang Bhayangkara FC di tahun 2017.

Pengalaman lain yang dipunyai Simon McMenemy adalah pernah menjadi juru taktik Timnas Indonesia periode 2018-2019. Namun, karier kepelatihannya hanya seumur jagung. Dia dipecat pada November 2019 karena performa buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

"Terus terang sebelum akhirnya kembali ke tim ini, ada beberapa klub memberikan tawaran untuk melatih, tapi saya tolak karena merasa belum siap," terang Simon pada Februari 2021.

Kolaborasi Ideal

Pelatih kepala Bhayangkara Solo FC, Paul Munster (kanan) bersama direktur teknik Simon McMenemy dalam latihan di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Pelatih kepala Bhayangkara Solo FC, Paul Munster (kanan) bersama direktur teknik Simon McMenemy dalam latihan di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Tiga tahun berpisah, Simon McMenemy kembali pulang ke Bhayangkara FC untuk musim 2021. Jabatannya sebagai direktur teknik sekaligus menjadi kolaborasi ideal dengan pelatih Paul Munster untuk menyiapkan tim terbaik.

Simon McMenemy ikut memantau latihan anak buah Paul Munster dalam setiap sesi latihan. Dirinya juga sering berdiskusi dengan Paul Munster untuk menentukan program dan cara yang tepat demi performa apik Bhayangkara FC.

Pada awal kedatangannya kembali ke Bhayangkara FC beberapa waktu lalu, satu di antara tugas Simon McMenemy sebagai direktur teknik di Bhayangkara FC adalah memaksimalkan potensi pesepak bola usia muda.

Termasuk di wilayah Kota Solo dan sekitarnya, pasca boyongan markas Bhayangkara FC dari Jakarta ke Kota Bengawan. Keberadaan Bhayangkara FC ke solo akan semakin mewadahi bakat-bakat terpendam.

"Saya akan turut mengombinasikan Bhayangkara FC dengan publik sepak bola di Solo, untuk mengembangkan sepak bola usia muda yang penuh potensi," tegas Simon McMenemy.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel