Simpatisan Paslon Lain Otak Penusukan Timses Calon Wali Kota Makassar

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi mengungkap motif penusukan terhadap seorang tim sukses salah satu pasangan calon wali kota Makassar di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat.

Alasannya, lantaran kesal terhadap korban memiliki video yang dinilai melecehkan paslon Cawalkot Makassar yang lain. Kasus ini sendiri berawal dari wilayah Makassar. Korban saat itu merekam sebuah video yang dipermasalahkan pelaku tadi.

"Kegiatan ini rangkaian kegiatan di Makassar sana. Korban awalnya melakukan merekam video yang dianggap video itu melecehkan kepada seseorang. Dampak video itu menimbulkan kemarahan yang lain," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 13 November 2020.

Namun, tidak dirinci isi video tersebut. Tubagus hanya menyebut video tersebut menyinggung kelompok dari para pelaku itu. Para tersangka kemudian merencanakan aksi penusukan.

Otak penusukan, MNM adalah simpatisan paslon Cawalkot Makassar lain. Dirinya pun menghubungi rekan-rekannya yang berada di Jakarta untuk menikam korban karena mereka mengetahui jika korban sedang berada di Jakarta.

"Intinya saja dianggap jelekkan salah satu paslon pada pelaksanaan pilkada di Makassar. Kita tidak terkait urusan pilkadanya tapi pidananya ada di Jakarta. Dampak video itu menimbulkan kemarahan yang lain. Kemudian ada kegiatan, ada momentum debat di salah satu stasiun tv di Jakarta dan momen ini dilaksanakan penusukan," ucap Tubagus lagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang tim sukses salah satu pasangan calon wali kota Makassar menjadi korban penusukan di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Korban ditusuk saat hendak mengikuti acara debat calon wali kota dan wakil wali kota di salah satu stasiun TV swasta di Jakarta. Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Ajun Komisaris Polisi Haris mengemukakan, korban berinisial MM dan berusia 48 tahun.

"Iya benar, korban ditusuk oleh orang yang sedang mengendarai motor. Setelah ditusuk, mereka (pelaku) langsung melarikan diri. Kejadiannya di Palmerah," kata Haris, Sabtu malam 7 November 2020.

Untuk diketahui, sejauh ini total ada sebanyak lima dari tujuh orang dicokok terkait penusukan terhadap seorang tim sukses salah satu pasangan calon wali kota Makassar di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Mereka adalah F, MNM, S, AP dan S alias AR.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan penangkapan ini berdasar pemeriksaan saksi dan kamera Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian. Kata dia, dari lima orang tersangka yang dicokok, salah satu diantaranya meninggal dunia. Dia adalah S alias AR karena sesak napas akibat penyakit bawaan.

Baca juga: Viral Nikita Mirzani For President 2024