Simpatisan Rizieq Shihab Membeludak, Sejumlah Fasilitas Umum di Bandara Soetta Rusak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan massa simpatisan pimpinan FPI Rizieq Shihab memadati depan Gate 1 Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Imbasnya, sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut rusak.

Terpantau, saat massa sudah meninggalkan lokasi dan yang tersisa adalah para penunggu penumpang lain, bangku gandeng yang terbuat dari besi, patah dan tak bisa digunakan lagi.

Seorang petugas kebersihan di area tersebut mengatakan, bila kerusakan tersebut akibat massa simpatisan Rizieq Shihab, bukannya memakainya untuk duduk, malah dipergunakan untuk berdiri.

"Ini kan buat empat orang, tadi pas ramai-ramai itu malah dipakai untuk berdiri ramai-ramai.Enggak kuat jadinya patah kaki-kakinya," ungkap petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya, Selasa (10/11/2020).

Terlihat, ada lebih dari lima kursi gandeng yang rusak masih dibiarkan di posisi semula. Belum lagi, tempat tenant yang tertutup pagar gipsum, juga terlihat roboh sebagian, lantaran terdorong massa simpatisan Rizieq Shihab yang berjubel.

Lalu, bila dilihat di taman Terminal 3, tepatnya parkiran internasional, beberapa tanaman juga rusak akibat terinjak-injak.

Angkasa Pura Akan Segera Mengganti

Taman Terminal 3, tepatnya parkiran internasional, beberapa tanaman juga rusak akibat terinjak-injak.
Taman Terminal 3, tepatnya parkiran internasional, beberapa tanaman juga rusak akibat terinjak-injak.

Vice Presiden PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan penggantian terhadap sejumlah fasilitas publik yang rusak di area Terminal 3 Bandara Soetta.

Dia juga mengatakan, kerusakan fasilitas publik itu, akibat banyaknya massa yang datang, kemudian dari segi tempat atau area kedatangan internasional Gate 1 Terminal 3 yang tak bisa menampung.

"Massanya kan banyak sekali, jadi bangku yang rusak itu sama mereka dipakai untuk berdiri. Kepingin lihat dengan jelas, enggak kuat, jadi patah," ungkap Yado.

Yado juga memastikan, kerusakan beberapa fasilitas tersebut bukan karena massa simpatisan bentrok atau tidak terkendali, melainkan jumlah massa yang membeludak.

"Ini bukan kejadian anarkis, karena padat sekali orang di sana. Massa banyak sekali, simpatisan banyak sekali," jelasnya.

Untuk sarana publik yang mengalami kerusakan tersebut, Yado memastikan akan segera mengganti dengan fasilitas serupa yang baru.

"Langsung, kita replace dengan yang baru," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: