Simulasi New Normal, Penyaluran Bansos Banyuwangi Pindah dari Kantor Camat ke Destinasi Wisata

Liputan6.com, Jakarta New normal atau kenormalan baru di sektor wisata mulai disimulasikan oleh Pemkab Banyuwangi. Salah satu cara simulasi penerapan new normal dengan pembagian bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi Covid-19 yang biasanya dilakukan di kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan, kini mulai dilakukan di destinasi wisata.

"Jadi untuk simulasi, kami memulai pembagian bansos di destinasi. Seperti hari ini, pembagian bansos dari Pemprov Jatim, dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah, kami lakukan di Agrowisata Tamansuruh untuk warga di Kecamatan Glagah sekitar sini. Sekaligus kami mengecek protokol kesehatan di destinasi jika nanti dibuka," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (8/6).

Dalam kesempatan itu, hadir pula Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto.

Agrowisata Tamansuruh sendiri berdiri di atas lahan 10,5 hektar di kaki Gunung Ijen. Dikonsep agro-tourism, destinasi ini menampilkan beragam pertanian Banyuwangi, mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Lahan ini juga sebagai tempat edukasi pertanian. 

"Ini yang terbaru kami kembangkan 33 varietas melon. Ini adalah destinasi, tempat edukasi, sekaligus lahan percobaan atau demplot. Ada dua hektar lahan kami pakai untuk pengembangan varietas melon. Alhamdulilah, hari ini panen. Dari demplot di sini, bisa diaplikasikan petani di lahan masing-masing," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Arief Setiawan.

 

Dua Manfaat Pemindahan Bansos

Ada dua manfaat terkait pemindahan penyaluran bansos dari kantor pemerintahan ke destinasi wisata.

Anas pun mengimbau kecamatan dan desa atau kelurahan serta mitra terkait, yaitu PT Pos dan bank BUMN, berinisiatif mendistribusikan bansos di destinasi lokal setempat. Acara formal bansos di kantor dialihkan ke destinasi lokal.

"Tentu ini kondisional, karena tidak setiap desa atau kelurahan ada destinasinya. Juga pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan," paparnya.

Dengan memindahkan penyaluran bansos dari kantor pemerintahan ke destinasi wisata, menurut Anas, ada dua manfaat. Pertama, membangkitkan semangat semua pihak, terutama pelaku pariwisata, untuk bersiap menyambut new normal dan memulihkan ekonomi.

"Kedua, kita bisa sekaligus mengecek kesiapan destinasi pariwisata dalam menyambut new normal ke depan. Dengan dijadikan tempat penyaluran bansos, kita bisa tahu mana yang sudah siap, mana yang masih belum siap dan apa kekurangannya," terang Anas.

Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah menyusun protokol kesehatan destinasi. Secara bertahap dan bergiliran, bantuan untuk pemenuhan protokol kesehatan juga telah digulirkan, misalnya thermo gun untuk pengelola destinasi berbasis komunitas.

Tidak hanya di destinasi wisata, lanjut Anas, penyaluran bansos juga bisa dipindah ke halaman homestay-homestay milik rakyat. "Dengan demikian, kita ikut mulai berkontribusi memulihkan ekonomi rakyat di sektor pariwisata yang multiplier effect-nya besar," ujarnya.

 

(*)