Simulasi Pilpres Puan-Anies Vs Prabowo-Sandi, Unggul Mana?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Parameter Politik Indonesia mensimulasikan pertarungan pemilihan presiden (Pilpres). Nama-nama yang dipasangkan dalam simulasi ini adalah tokoh-tokoh yang elektabilitasnya cukup tinggi, antara lain Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Puan Maharani, dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Parameter Politik Indonesia dalam surveinya membuat empat skenario pertarungan pasangan calon presiden. Pada skenario pertama pasangan Prabowo-Ganjar disimulasikan menghadapi Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Hasilnya, Prabowo-Ganjar menang tipis dari Anies-Sandi. Prabowo-Ganjar dipilih responden sebesar 35,7 persen, sementara Anies-Sandi mendapatkan 32,1 persen. Namun masih ada 32,2 persen yang ragu/tidak menjawab.

"Prabowo berpasangan dengan Ganjar Pranowo melawan Anies-Sandi agak ketat persaingannya," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat rilis survei secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Kemudian, pasangan Prabowo-Puan disimulasikan melawan pasangan Anies-AHY. Prabowo-Puan kalah dari pasangan Anies-AHY dengan perolehan 21,8 persen. Anies-AHY mendapatkan suara 35,9 persen. Sedangkan responden tidak menjawab/ragu 42,3 persen.

"Kalau head to head Anies-AHY vs Prabowo-Puan maka unggul sementara pasangan Anies-AHY, Prabowo-Puan agak sedikit ketinggalan," kata Adi.

Parameter juga membuat skenario Puan dipasangkan dengan Anies, seperti yang diusulkan politikus PDIP Effendi Simbolon. Dalam simulasi, pasangan Puan-Anies melawan Prabowo-Sandi. Hasilnya Puan-Anies kalah dengan perolehan suara 25,1 persen melawan Prabowo-Sandi 37,7 persen.

"Duet Puan-Anies andai lawan Prabowo-Sandi angkanya lumayan sedikit bersaing, artinya ketika Puan disandingkan dengan Anies-Baswedan elektabilitasnya bisa diperhitungkan 25,1 persen," jelas Adi.

Suara Pasangan Puan-AHY Jeblok

Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Pertemuan tersebut membahas krisis COVID-19 sektor ekonomi dan kesehatan hingga koalisi Pilkada 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Pertemuan tersebut membahas krisis COVID-19 sektor ekonomi dan kesehatan hingga koalisi Pilkada 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Elektabilitas Puan cukup jeblok saat dipasangkan dengan AHY pada skenario melawan Prabowo-Anies. Puan-AHY hanya 13,9 persen melawan Prabowo-Anies 43,8 persen. Sementara yang belum memilih 42,3 persen.

Menurut Adi, simulasi ini memperlihatkan mengapa PDIP tidak bisa berkoalisi dengan Demokrat.

"Itulah kemudian sepertinya teman-teman PDIP mengharamkan koalisi dengan Demokrat bukan hanya soal mazhab politiknya berbeda, tapi kalau dikawinkan sepertinya elektabilitas capres dua partai ini tidak signifikan," kata Adi.

Survei Parameter Politik Indonesia memiliki sampel sebanyak 1.200 responden. Survei ini dilakukan melalui wawancara telepon pada 23-28 Mei 2021. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel