Simulasi Vaksinasi Virus Corona di Depok Digelar Pekan Ini

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana mengadakan simulasi penyuntikan vaksin COVID-19 di Kota Depok pekan ini. Simulasi vaksinasi ini dinilai untuk memastikan tolok ukur kesiapan tenaga medis pada gelombang pertama pada akhir 2020.

Ridwan Kamil menilai, hal ini diperlukan karena Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) disiapkan menjadi daerah prioritas penerima vaksin pada gelombang pertama dengan kapasitas 3 juta dosis.

"Minggu ini kami rencana simulasi persiapan penyuntikan vaksin di Depok, sebagai respons kesiapan adanya gelombang satu vaksin sebanyak sembilan juta," kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 19 Oktober 2020.

Baca juga: Cegah Demo Anarki Lagi, TNI-Polri Gandeng Komunitas Jaga Fasum

Bodebek rencananya akan ditangani 1,000 tenaga medis untuk penyuntikan vaksin. "Akan kita simulasikan kesiapannya karena Bodebek ini hanya memiliki 1,000 tenaga penyuntik vaksin yang dilatih," ujarnya.

"Sehingga kita akan simulasikan apakah tenaga ini memadai atau harus ditambah," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI tengah menyiapkan 9,1 juta dosis vaksin COVID-19 di Indonesia. Rencananya, terdapat tiga jenis vaksin COVID-19 yang akan diterima dan digunakan pada akhir November 2020 ini.

Total 9,1 juta dosis vaksin virus corona tersebut diberikan dari Sinovac, Cansino dan Sinopharm. Vaksin Sinovac sendiri telah disiapkan di bulan November mendatang sebanyak 1,5 juta dosis.

Lantaran vaksin Sinovac diberikan dalam dua kali dosis, maka rencana pengiriman kembali pada bulan Desember dengan jumlah yang sama yakni 1,5 juta dosis. Sama juga dengan vaksin Sinopharm yang diberikan dua kali dosis pada tiap individu.

"Sinopharm sudah memberikan komitmen Desember kirim 15 juta dosis. Artinya, kalau penyuntikan dua kali bisa digunakan untuk 7,5 juta orang," ujar Dirjen P2P dr Achmad Yurianto dalam konferensi pers update persiapan Vaksin COVID-19 di Indonesia.

Dengan dua kali penyuntikan dari vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinopharm, maka pemberiannya diberi jeda selama 14 hari. Dengan begitu, efek dari vaksin bisa berfungsi dengan maksimal dalam melawan serangan virus SARS-CoV-2. (ase)