Sinar Mas Land soal Metaverse: Kami Masih Kaji Penerapannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sinar Mas Land masih mengkaji pemanfaatan metaverse untuk pengembangan usahanya. Chief Transformation Officer (CTO) Sinar Mas Land Mulyawan Gani mengatakan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), yang kini termasuk konsep metaverse, sebenarnya telah lama digunakan d bisnis properti. Namun, teknologi tersebut tidak cocok dengan perilaku konsumen dari lini produknya.

"Teknologi metaverse seperti AR dan VR sudah lama di properti. Tapi ujung-ujungnya, orang Indonesia itu mau pegang, mau feel and look. Jadi mengapa sampai sekarang pun kita masih pakai model show unit. Di mana bisa masuk, bisa tiduran, dan segala macam," ujar Gani saat ditemui Merdeka.com di kantornya, BSD City, Tangerang, Rabu (26/10).

Namun, Gani mengakui bahwa metaverse menawarkan kekuatan baru di era saat ini. Dia pun tidak menutup kemungkinan apabila di waktu mendatang Sinar Mas Land bakal turut berkecimpung ke dunia virtual tersebut.

"Tetapi kami lihat ada beberapa use case yang kami pikir bisa menarik untuk di showcase. Jadi, kami sudah bicara dengan dua atau tiga software house yang bikin konsep metaverse, salah satunya WIR Group. Tapi kami belum putuskan mana yang mau kita pakai," ungkapnya.

Jika benar begitu, nantinya perusahaan pengembang properti ini hanya akan memanfaatkan teknologi metaverse seperti holo lands, AR, dan VR sebagai komplementer alias bersifat melengkapi saja.

"Jadi saya enggak yakin dengan adanya metaverse ini akan merubah research dan buying decision-nya konsumen. Tapi saya percaya ini akan complementary. Seperti pakai holo lands, AR, dan VR," ucap Gani.

"Jadi kami akan eksplorasi, tetapi sampai sekarang kami belum investasi di metaverse company," tutup dia.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]