Sindir Bobby Nasution, Akhyar: Dia Tidak Kenal Kota Medan

Daurina Lestari, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) yakin debat pertama akan memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk memilih paslon nomor urut 1 pada Pilkada Medan pada 9 Desember 2020 nanti.

Hal itu, diungkapkan Akhyar Nasution kepada wartawan, usai menjalani debat pertama Pilkada Medan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu 7 November 2020, dengan tema 'Memajukan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat'.

“Kami meyakini seluruh warga Kota Medan memahami dan dapat menyerap apa yang telah kami sampaikan, dan dapat menilai apa yang kami sampaikan, dan ini menambah keyakinan kami, seluruh warga Kota Medan akan menjatuhkan pilihan kepada Akhyar dan Salman, pada 9 Desember nanti,” ungkap Akhyar.

Akhyar Nasution sebagai calon petahana menyikapi sindiran disampaikan calon wali kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution menyebutkan kota terbesar nomor tiga di Indonesia sebagai salah satu kota terjorok saat perebuatan piala Adipura tahun 2019.

Baca juga: Pemerintah Pulangkan 157 ABK dari Kapal Ikan Asal China

“Saya kira hal yang memang faktualnya yang telah kami kerjakan akan kami selesaikan, seperti masalah sampah. Itu memang TPA (tempat pembuangan akhir), kita sudah puluhan tahun dengan metode open dumping, sementara penilaian kementerian lingkungan hidup, dalam penilaian Adipura setiap tahun berbeda-beda,” tutur Akhyar Nasution.

Akhyar Nasution pun, memberikan penjelasan kriteria menggunakan sistem sanitari landfill oleh Pemerintah Pusat. Meski begitu, pihaknya sudah memberikan solusi disampaikan pada debat tersebut untuk mengurangi sampah di Kota Medan.

Akhyar Nasution juga kembali mengomentari padangan Bobby Nasution yang menyebut sektor UMKM di Kota Medan tidak menerapkan sistem digitalisasi. Tapi, ia mengatakan sudah melakukan hal tersebut, beberapa tahun belakangan ini.

“Digitalisasi bagi pelaku ekonomi kecil menengah bukan barang baru. Orang berjualan kue sudah online, sistem seperti saya sampaikan tadi, tukang jahit kita sudah memasarkan produk kita digital,” jelas Akhyar Nasution.

Akhyar Nasution menilai rivalnya tidak melihat dan mau mengakui beberapa program untuk mendorong UMKM di Kota Medan sudah terealisasi terkait dengan sistem digital dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan sendiri.

“Artinya kalau ada yang mengatakan digital di Kota Medan tidak ada, dia (Bobby Nasution) tidak kenal dengan Kota Medan itu sendiri. Dia tidak kenal dengan Kota Medan sehingga mengarang-ngarang gitu,” ungkap Akhyar Nasution.