Sindir Bobby soal Karantina WNI, Edy Rahmayadi: Salah Besar Dia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution memprotes kurang koordinasinya antara Pemprov Sumatera Utara dengan Pemkot Medan terkait karantina warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pun merespons.

Edy menjelaskan untuk penanganan COVID-19, Pemprov Sumut selalu aktif melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut, termasuk Pemkot Medan. "Kalau kurang dilibatkan, melibatkan diri. Jangan merasa ini semua kurang," kata Edy Rahmayadi kepada wartawan di Medan, Kamis 6 Mei 2021.

Dia mengungkapkan penanganan COVID-19 sudah dilakukan satu tahun lebih bersama-sama dengan seluruh eleman masyarakat dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Maka itu, Edy mengatakan semua unsur pasti dilibatkan di dalamnya.

"Kita sudah satu tahun ini merawat dan pastinya itu adalah kegiatan merawat rakyat kita. PMI, migran, WNI yang dari Malaysia," tutur Edy.

Dia menjelaskan untuk proses pemulangan dan karantina TKI dari Malaysia, pihak Pemprov Sumut sudah membentuk tim unsur dari pemda dan TNI/Polri.

"Yang diketuai oleh Dansatgasnya adalah Danrem Pantai Timur. Itu team work di dalamnya ada orang orang dari Polda, ada orang orang TNI," jelas Edy Rahmayadi.

Pun, ia menambahkan karena karantina itu, ada tempat penginapan di Kota Medan yang digunakan. Ia menjelaskan Pemprov Sumut pastinya melakukan koordinasi dengan Pemkot Medan dan sudah dilakukan sejak setahun lalu.

"Karena ini berada di Kota Medan juga ada unsur-unsur dari Kota Medan. Semua ada termasuk wartawan ada di dalam situ. Jangan lagi, bilang tidak dilibatkan," sebut Edy.

Edy menyayangkan sikap Bobby yang merasa Pemkot Medan tidak dilibatkan dalam proses karantina WNI dari luar negeri.

"Tanya sama dia (Bobby) dilibatkan atau tidak? Itu kan kerja sama tim. Satu tim. Salah besar berarti dia," kata eks Pangkostrad tersebut.

Edy menyarankan ke Bobby Nasution untuk mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Sebab, Dinkes Sumut dan Dinkes Kota Medan selalu berkordinasi selama ini, dalam penanganan COVID-19.

"Bukan tidak dilibatkan. Ini kan satu tim, kerjaan bukan sendiri-sendiri. Kalau tidak tahu. Tanya Tuhan yang Maha Tahu," ujar Edy.

Sebelumnya, Bobby Nasution melayangkan protes kepada Edy Rahmayadi yang tidak mengoordinasikan lokasi isolasi atau karantina dalam penanganan TKI yang tiba dari luar negeri. Ia meminta agar Pemkot Medan dilibatkan.

“Ini karantina adanya di Medan dibuat. Memang WNA (warga negara asing) di Deli Serdang dekat bandara, untuk di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinas lah kita bilang milik provinsi bukan Kota Medan. Karena ini wilayahnya provinsi. Tapi, kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut,” sebut Bobby di Balai Kota Medan, Rabu kemarin, 5 Mei 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel