Sindir KPK vs PKS, mahasiswa Surabaya tarik mobil pakai gigi

MERDEKA.COM. Menyikapi perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Surabaya, Jawa Timur menggelar aksi unik, yakni menarik mobil pakai gigi, Rabu (15/5).

Bak Limbad, mereka menarik Mobil Sedan Toyota bertuliskan "Harta Koruptor" itu memakai gigi di halaman kampus mereka, Jalan Sutorejo Surabaya. Mahasiswa Unmuh Surabaya itu menantang PKS dan KPK agar berani 'bersih-bersih' terhadap institusinya masing-masing.

"Kami mahasiswa dari Muhammadiyah menantang PKS yang notabene-nya orang-orang Islam. Kami berharap PKS untuk jujur, bukan malah menutup-menutupi persoalan. Kami juga menantang Busyro Muqoddas (KPK) untuk berkata jujur dan bersih serta transparan," teriak Koordinator Aksi, Salam.

Selain itu, dengan mengenakan busana serba hitam dan sebagian bertelanjang dada dengan wajah dilabur cat warna hitam, mereka menggelar aksi teatrikal, menarik mobil sedan Toyota hitam dengan gigi.

Mobil diikat menggunakan tambang, kemudian ditarik oleh salah salah satu mahasiswa dengan cara menggigitnya. Sementara di bagian belakang mobil, mahasiswa yang lain saling tarik-menarik mobil tersebut.

Tontonan ala Limbad yang digelar mahasiswa dari UKM Teater Sanggar Satria itu bertujuan untuk menyindir KPK dan PKS. "Adegan ini merupakan wujud sindiran kami kepada KPK, yang begitu susahnya menyita harta para koruptor," tukas mahasiswa semester enam tersebut.

Tak hanya berdemonstrasi kekuatan, para mahasiswa ini juga mengirim paket berisi Kitab Suci Al-Quran, kain putih dan pelengkap alat mandi ke Kantor KPK pusat dan PKS di Jakarta.

"Al-Quran, kain putih dan perlengkapan alat mandi ini adalah simbol untuk mensucikan diri dari noda-noda karena korupsi. Biar mereka semua sadar dan berani terbuka dalam menyelesaikan kasus korupsi," ujarnya.

Topik pilihan:
Kasus Suap Daging | Blackberry Live 2013 | Wanita di Sekitar Fathanah | Relokasi Warga Waduk Pluit | Online Shop 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.