Sindir Lagi Wagub Emil, Sekjen PDIP Hasto: Saya Tidak Kenal

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto kembali menyentil Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elistyanto Dardak, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Sindiran terhadap Emil akibat keluhan komunikasi yang macet dengan kepala daerah di Jatim, kembali dilontarkan Hasto di sela kunjungannya ke Surabaya pada Rabu (9/11).

Hasto mengatakan, untuk kepemimpinan Jatim seperti Gubernur Khofifah ini dianggapnya cukup baik dan ideal. Apalagi, menurutnya, basis massa Khofifah dengan latar belakang nahdliyin dianggapnya seperti kakak dan adik dengan PDIP.

"Bu Gubernur Khofifah ini sangat baik. Komunikasinya baik, beliau yang dengan latar belakang nahdliyin itu seperti kakak dan adik dengan PDIP. Saya hormat dengan beliau," ujarnya.

Saat ditanya tentang kepemimpinan Emil sebagai Wagub, Hasto menyentil jika dia tidak begitu mengenal Emil. Dengan nada seloroh, ia menunjuk Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari yang dianggap lebih kenal.

"Siapa? Saya tidak kenal. beliau ini (menunjuk Sri Untari) yang kenal," katanya.

Disinggung soal pernyataannya beberapa waktu lalu yang menyebut beberapa kepala daerah dari PDIP mana yang buntu komunikasi dengan Wagub Emil, Hasto enggan menyebutnya secara gamblang. Namun dia memberikan petunjuk, beberapa kepala daerah yang buntu komunikasi dengan Emil adalah mereka yang saat itu berdialog bersama-sama dirinya.

"Kita kan dialog bareng-bareng, ya kayak gitu. kita kan dialog sering banget, kita ini sekarang selama Covid-19, kita mengadakan 130 rapat secara daring. Di situlah keluhan itu," tegasnya.

Sebelumnya, Emil Dardak merespons keluhan soal hubungannya dengan sejumlah kepala daerah asal PDIP yang disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Dia pun menyatakan membantah isu tersebut.

Emil mengaku, dia memiliki hubungan baik dengan para bupati, wali kota serta wakilnya di Jawa Timur tanpa membedakan partai tertentu.

"Saya selalu terbuka kepada saran dan masukan. Tapi terkait komunikasi dengan kepala daerah termasuk yang berasal dari PDIP, kami meyakini hubungan dan sinergi terjalin dengan baik. Sekarang sudah era digital, komunikasi sangat mudah bisa lewat WhatsApp dan telepon. Kami juga tidak jarang berkunjung ke bupati, wali kota atau wakilnya." kata Emil dalam keterangannya, Sabtu (15/10).

Emil menegaskan, dirinya tidak membeda-bedakan antara kepala daerah satu dengan lainnya. Bahkan, saat ia turun ke daerah, ia selalu berkoordinasi dengan bupati atau wali kota setempat. [cob]