Sindir Menyindir Klopp Vs Solskjaer, Tanda Memanasnya Kembali Rivalitas Klasik Liverpool - Manchester United

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Setelah beberapa tahun terakhir jarang berduel ketat di papan atas Liga Inggris, persaingan klasik Manchester United versus Liverpool kembali memanas. Salah satu tandanya mencuatnya psywar antara manajer kedua tim, Ole Gunnar Solskjaer dan Jurgen Klopp.

Saat ini, Liverpool dan Manchester United berdiri berimpitan di puncak klasemen Liga Inggris. Kedua klub mengantongi nilai yang sama, hanya terpisah selisih gol.

Bahkan, posisi MU mulai di atas angin karena masih punya satu pertandingan di tangan. Jika berhasil memenangi satu laga tersebut, Setan Merah akan mengambil puncak klasemen dari Liverpool dan unggul tiga poin.

Kondisi seperti ini jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak Sir Alex Ferguson dari MU pada 2013. Setan Merah bukan hanya kurang kompetitif dalam persaingan gelar, tapi juga sering gagal lolos ke Liga Champions.

Sebaliknya, dalam periode itu Liverpool malah bangkit, ditandai sejak bergabungnya Klopp. Pada 2019 The Reds menjuarai Liga Champions, dan musim lalu menjadi kampiun Premier League.

Tak heran, fakta MU dan Liverpool saling menempel ketat di puncak klasemen sementara musim ini makin menjadi sorotan menarik. Apalagi, kedua tim akan saling jegal pada 17 Januari nanti.

Persaingan ketat itu tak lepas dari makin berkembangnya permainan Manchester, sedangkan di sisi lain Liverpool malah angin-anginan. Dalam tiga pertandingan terakhir di Liga Inggris, The Reds gagal menang. Setelah imbang melawan West Bromwich Albion dan Newcastle United, tim besutan Jurgen Klopp kemudian keok dari Southampton.

Di sinilah tensi antara Klopp dan Solskjaer memanas. Klopp mulai menyindir Manchester United setelah timnya takluk dari Southampton.

Tudingan Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Southampton pada laga lanjutan Liga Inggris, Selasa (5/1/2021). Liverpool takluk 0-1 menghadapi Southampton. (AFP/Adam Davy/pool)
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Southampton pada laga lanjutan Liga Inggris, Selasa (5/1/2021). Liverpool takluk 0-1 menghadapi Southampton. (AFP/Adam Davy/pool)

Jurgen Klopp mengklaim Liverpool seharusnya mendapat dua penalti di laga melawan Southampton, Selasa (5/1/2021). Namun, wasit tidak memberikan dan Liverpool kalah dengan skor 0-1 dari Soton.

Dua insiden yang diklaim Klopp sebagai penalti adalah handball Jack Stephens dan pelanggaran Walker-Pieters pada Sadio Mane.

Selepas laga melawan Soton, Klopp nampak sewot. Dia kecewa dengan kinerja wasit dan menyebut tim lain akan dapat penalti pada momen itu. Klopp pun menyindir Manchester United.

"Saya dengar Manchester United mendapat lebih banyak penalti dalam dua tahun daripada yang saya dapat dalam lima setengah tahun. Saya tidak tahu apakah itu salah saya, atau bagaimana itu bisa terjadi," kata Klopp kepada Sky Sports.

Solskjaer tidak terima dengan komentar pedas Klopp. Dia membalasnya. Bahkan, Solskjaer menuding itu hanya taktik Klopp untuk memengaruhi wasit.

Serangan Balik Solskjaer

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tampak sedih selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 19 September 2020. (Richard Heathcote / Pool via AP)
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tampak sedih selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 19 September 2020. (Richard Heathcote / Pool via AP)

Pria asal Norwegia mengaku tidak peduli dengan situasi yang terjadi di klub lain. Solskjaer tak punya waktu untuk menghitung penalti lawan.

"Saya tidak menghitung berapa banyak penalti yang mereka miliki," kata Ole Gunnar Solskjaer dikutip dari Goal International.

"Jadi jika mereka menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ketika kami dilanggar di dalam kotak penalti, saya tidak akan menghabiskan waktu untuk itu," sambung Solskjaer.

Jurgen Klopp bukan satu-satunya manajer yang pernah mengeluhkan seringnya Manchester United mendapat penalti. Frank Lampard, manajer Chelsea, juga punya keluhan serupa sebelum laga semifinal Piala FA melawan United musim lalu.

Solskjaer merasa apa yang ketika itu dilakukan Lampard adalah untuk memengaruhi keputusan wasit. Sebab, ada insiden di mana Anthony Martial terlibat kontak dengan Kurt Zouma dan tidak ada hukuman yang diberikan wasit.

"Saya merasa itu berhasil tahun lalu di semifinal di Piala FA karena Lampard membicarakannya dan kami memiliki penalti yang seharusnya kami dapat yang tidak diberikan."

"Mungkin itu [komentar Frank Lampard] cara memengaruhi wasit. Saya tidak tahu, tapi saya tidak khawatir tentang itu," tegas Ole Gunnar Solskjaer.

Sumber: Goal Internasional, Sky Sports

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini