Sindrom Bintang Madrid Bikin Hancur, Sneijder Bersahabat dengan Vodka

Muchamad Syuhada

VIVA – Wesley Sneijder menikmati kesuksesan ketika membela Inter Milan. Treble winners di 2010 menjadi puncak karier dari pemain asal Belanda ini.

Namun setahun sebelumnya, Sneijder sangat terpuruk. Dia hancur ketika bergabung dengan tim kelas dunia, Real Madrid.

Pemain yang berhasil membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010 itu menceritakan kisah kelamnya tersebut dalam otobigrafi. Dia membeberkan bagaimana nasib buruk menimpa ketika berkostum Los Blancos.

Wesley Sneijder saat masih memperkuat Galatasaray

Di 2009, Sneijder menjadi salah satu andalan Madrid di lapangan tengah. Namun penampilan mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut dianggap belum maksimal.

Menurutnya hal itu karena gaya hidup yang berlebihan ketika di Madrid. Sneijder larut dalam gemerlap foya-foya. Belum lagi dia juga memiliki masalah pribadi, ditinggal cerai oleh sang istri.

Kala itu Sneijder sempat menjadi pencandu alkohol. Dia bahkan mengaku vodka sudah seperti sahabat yang menemani keseharian.

Meski sadar akan kesalahan yang dilakukan Sneijder mengaku tidak bisa memperbaiki. Yang ada dia semakin tenggelam. Itu semua disebabkan rasa egois karena menjadi pujaan di Madrid.

"Saya masih muda kala itu dan sangat menikmati menjadi pusat perhatian. Saya merasa menjadi bintang, bahkan publik memuja saya sebagai pemain Madrid," kata Sneijder.

"Segala yang saya lakukan seperti termaafkan segera karena status dan popularitas. Saya lalu merasa sendirian setelah bercerai. Saat itu saya merasa kesepian. Saya bahkan tidak sadar bahwa vodka kemudian menjadi sahabat baik saya untuk menghabiskan waktu," katanya lagi.

Weshley Sneijder

Sebelum ini Sneijder juga sempat mengungkap kalau dirinya bisa saa hebatnya seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Cuma dia menolak jika harus menghabiskan waktu untuk berlatih dan bekerja keras seperti kedua mega bintang tersebut.