Sinead O'Connor soal Alquran, Islamophobia dan Bule yang Menjijikan

Cesaria Hapsari, Diza Liane Sahputri

VIVA – Sinead O'Connor yang melejit lewat lagu Nothing Compares 2 U di era 90-an belum setahun menjadi mualaf. Kini ia menyebut dirinya sebagai Shuhada Sadaqat.

Ketika diwawancara oleh Ryan Tubridy, Sinead bercerita alasannya memilih berganti keyakinan. "Umur saya sekarang 52 tahun, saya tumbuh di Irlandia yang kondisinya enggak seperti sekarang. Semua orang merana Tidak ada kebahagiaan saat sedang berdoa dan memohon pada Tuhan. Pada akhirnya, saya mulai membaca kitab suci dari berbagai agama lalu mulai mempelajarinya untuk mencari kebenaran tentang Tuhan," lanjutnya.

Ia mengaku, dulunya ia memiliki banyak prasangka tentang agama Islam. Namun saat membaca bab dua dari Alquran, ia menyadari dan berpikir "Ya Tuhan, aku berada seperti semestinya. Aku sudah menjadi muslim seumur hidup tapi tidak menyadarinya. Bagi saya, Islam adalah cara berpikir," katanya, dikutip dari nine.com.au.

Menurut Sinead, seseorang bisa menjadi Muslim meski tidak menjadi Muslim secara resmi. "Ini hanya pola pikir. Seorang Muslim adalah seseorang yang meyakini bahwa tidak ada yang patut disembah di alam semesta, kecuali Tuhan," katanya.  

Dia juga meluruskan omongan soal dirinya yang beredar luas, yaitu tentang seberapa banyak ia berpindah keyakinan. Melalui akun twitter pribadinya, Sinead mencuit, "Banyak yang bilang kalau saya berpindah keyakinan lebih dari satu kali. Itu tidak benar. Saya lahir sebagai seorang Kristiani lalu memeluk Islam. Itu adalah satu perubahan. Buat kalian yang kesulitan berhitung."


Sinead pertama kali mengumumkan dirinya mualaf pada Oktober 2018. Dia pernah mengalami masalah kesehatan mental dan menceritakannya secara blak-blakan dengan harapan bisa membantu orang lain.

Dia juga meminta maaf atas postingan-nya di Twitter pada November 2018, di mana dia menyebut orang kulit putih 'menjijikan'. Sinead mem-posting, "Saya sangat menyesal. Apa yang bakal saya omongin adalah sesuatu yang sangat rasis, yang saya enggak sangka jiwa saya akan merasakannya. Tapi saya benar-benar enggak mau berhubungan dengan orang kulit putih lagi (kalau memang itu sebutan untuk non Muslim. Tidak untuk saat ini apa pun alasannya. Mereka membuat saya jijik."

Sinead menjelaskan hal itu dilakukannya karena dipicu oleh rasa marah. "Hal itu tidak benar saat dulu, dan juga sekarang," cuitnya. Dia beralasan terpancing oleh Islamophobia yang ditujukan kepadanya. Sinead pun meminta maaf telah menyakiti hati orang lain, dan bahwa itu cuma bagian dari tweet gilanya.