Sinergi Ambisius di Balik Kesuksesan Leicester City

·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Leicester City, Brendan Rodgers, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang emosional dengan pemilik klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha. Ungkapan Rodgers tersebut membuat perayaan gelar Piala FA yang dilakukan Leicester terasa semakin haru.

Rodgers bersama pemilik Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha atau yang akrab disapa Top itu tampak menghabiskan waktu bersama di Wembley Stadium dengan trofi seyelah kemenangan 1-0 The Foxes atyas Chelsea pada hari Sabtu 15 Mei 2021.

Gelar juara itu terjadi lima tahun setelah Leicester memenangkan trofi Premier League di bawah kepemilikan ayah Top, Vichai Srivaddhanaprabha, yang tewas dalam kecelakaan helikopter di King Power Stadium pada Oktober 2018 silam.

"Itu hanya perasaan khusus. Saya datang ke sini dua setengah tahun yang lalu dan saya langsung memiliki rasa tanggung jawab, karena saya mendapatkan dukungan yang sungguh luar biasa dari mereka," kata Rodgers, seperti dikutip Sports Mole, Selasa 18 Mei 2021.

"Dari sudut pandang pribadi, kehilangan ayah membuat dia (Top) mengetahui apa yang telah dilalui. Saya pikir, pertemuan pertama kami yang membuat kami sangat dekat," ujarnya.

Lebih lanjut, Rodgers menambahkan, bahwa sinergi yang dibangun oleh pemilik dengan staf teknis sangat terjalin dengan baik. Hal itu membuat tujuan ambisius yang sejauh ini direncanakan oleh The Foxes terbukti membuahkan hasil yang efektif kendati tak didukung dengan kekuatan finansial.

"Sinergi itu benar-benar ada sejak saat pertama kali bertemu. Kami berdua sangat ambisius untuk membawa klub dan syukurlah dia mengerti sepakbola. Bukan hanya sebagai pemilik, tapi dia benar-benar mengerti sepakbola dan dia memahami ambisi dari apa yang bisa kami raih hingga saat ini," ucapnya.

"Dia juga memahami para pesaing dan dia selalu memberi saya dukungan yang saya inginkan sebagai manajer klub sepakbola tanpa ada syarat apa pun. Dia sangat mendukung dalam setiap aspek. Memberikannya kegembiraan dan kebahagiaan, itu membuat saya merasa sangat lega," tutur manajer asal Irlandia Utara tersebut.