Sinergi UGM dan Muhammadiyah Tangani Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - UGM dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MC3) sepakat bekerja sama terutama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menangani pandemi Covid-19. Pasalnya, penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa sendiri oleh satu pihak.

Prof Paripurna, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM mengatakan kerja sama yang diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua belah pihak ini diharapkan tidak hanya berakhir dengan nota kesepahaman, tapi bisa berlanjut ke suatu langkah konkret.

"Muhammadiyah, menurut kami, merupakan organisasi paling mapan dan terstruktur sehingga memudahkan kita dalam menjalin kerja sama yang selaras dengan tridarma perguruan tinggi. Semoga dengan kerja sama ini kita dapat menangani permasalahan, terutama terkait pandemi Covid-19 demi kesejahteraan bangsa dan negara kita ini," ujarnya di Balairung UGM, Kamis (15/4/2021).

Sementara, MC3 diwakili oleh Agus Samsudin, selaku Ketua MC3 dalam penandatanganan MoU mengaku senang dan berterima kasih mendapat kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Ia mengungkapkan bahwa sejak didirikan tahun lalu hingga kini, pihaknya telah mengumpulkan dan mengelola dana lebih dari Rp500 miliar.

Dana itu disalurkan baik dalam bentuk sembako, fasilitas kesehatan, maupun bantuan langsung kepada mereka yang terdampak Covid-19. Menurutnya, MC3 telah mendirikan posko tersendiri untuk bencana lain, seperti di Palu dan di Flores.

"Barangkali ini sumbangan kami di Muhammadiyah untuk Indonesia," ujarnya.

Agus menyatakan perjanjian dengan UGM ini bertujuan agar sinergi dalam penanganan Covid-19 ini lebih kuat lagi. Menurutnya, memberantas Covid-19 ini merupakan tugas bersama agar roda ekonomi kembali berjalan.

"Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut walaupun nantinya pandemi ini usai," ujarnya.

Simak video pilihan berikut ini: