Sinergitas Kementan dengan Kemenko Perekonomian Kembangkan Kemitraan Closed Loop Program YESS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak hentinya mengajak generasi muda untuk bersama membangun sektor pertanian. Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencetak petani serta wirausaha pertanian milenial, salah satunya melalui Program YESS.

“Usaha pertanian ini sangat menjanjikan karena memiliki pasar yang pasti dan menjadi basis ekonomi nasional. Program YESS hadir untuk menghasilkan generasi milenial yang sukses menjadi petani dan wirausahawan pertanian,” tegas Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumber daya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Dedi pun mengharapkan petani serta wirausaha pertanian milenial mampu menjadi resonansi penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern.

Keberhasilan program YESS tentunya tak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian/Lembaga terkait. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan program YESS mengembangkan kemitraan closed loop hortikultura di Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/05).

Pengembangan Kemitraan Closed Loop horitukultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir.

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti menjelaskan bahwa pengembangan kemitraan closed loop hortikultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir yang terintegrasi dan bersifat end to end model.

“Petani diajarkan budidaya sesuai good agricultural practices dengan memperhatikan pola tanam, pola panen, penanganan pasca panen hingga distribusi dan pemasaran untuk menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” paparnya.

Sedangkan tujuan dari Program YESS sendiri adalah mencetak petani serta wirausaha pertanian milenial yang secara nyata meningkat pendapatannya.

“Untuk itu diperlukan pelaku usaha bidang pertanian sebagai role model dan diintegritaskan dengan program Closed Loop,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan program Closed Loop untuk program YESS sendiri akan difokuskan di Kecamatan Sukaraja. Koperasi yang sudah terbentuk dan berada di lokasi ini akan dijadikan sebagai hub/agregator pelaksanaan program dalam hal pemasaran hasil pertanian.

”Dalam waktu dekat ini akan dilakukan persiapan launching integrasi Program Closed Loop dan Program YESS sekaligus penetapan Koperasi Produsen Tani Mandiri Sejahtera Sukabumi sebagai hub integrasi bisnis,” ujar Santi.

Santi menyampaikan harapannya Program YESS dengan tagline inclusive, kolaboratif, dan konstruktif bisa diterapkan di tataran bawah dan bisa menjadi suatu model keberhasilan untuk korporasi petani dan peningkatan produktivitas terutama hortikultura di Kabupaten Sukabumi.

“Kata kunci dari kolaborasi yang akan dilakukan antara program Closed Loop dan program YESS adalah Petani dan Milenial. Oleh sebab itu, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi milenial lainnya untuk terjun menjadi petani hortikultura,” ungkap Santi.

Secara teknis Project Manager program YESS Inneke Kusumawaty menambahkan percepatan pelaksanaan Program YESS bersinergi dengan Kementerian atau Lembaga dilakukan dalam bentuk pelatihan pengenalan pasar dan motivasi usaha dari para pakar bisnis (KADIN, PT Paskomnas Indonesia, Eden Farm, PT Indofood), Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), serta pelatihan crop management, Pelatihan literasi keuangan/manajemen keuangan pertani, dan Digitalisasi Pertanian.