Singa LNA Klaim Hancurkan 60 Drone Militer Turki Selama April 2020

Radhitya Andriansyah

VIVA – Situasi Libya selama April 2020 terus memanas. Saling serang antara Tentara Nasional Libya (LNA) dan kelompok milisi Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki dan Amerika Serikat (AS), terus terjadi. Data terbaru, Singa LNA mengklaim mampu menangkal serangan udara GNA lewat sejumlah Drone.

Menurut laporan ANF News, Kepala Departemen Pedoman Moral LNA, Brigadir Jenderal Halid al-Mahcup, mengonfirmasi pihaknya baru saja menembak jatuh lima drone milik Turki di tiga wilayah di Libya, El-Wiska, El-Wetiye, dan Bani Welid.

Lima drone yang dihancurkan LNA di tiga kota itu, disebut menambah jumlah unit pesawat tanpa awak milik Turki yang mendukung GNA selama bulan ini. Media asal Mesir Youm7 melaporkan bahwa LNA mengklaim telah menjatuhkan 60 drone Turki yang diberikan kepada milisi GNA, sepanjang April 2020.

Selama April ini, GNA memang mampu merebut beberapa kota strategis semisal Sabaratha dan Surman. Yang terakhir, milisi GNA juga mampu menduduki kota Tarhouna, setelah membombardir kota sebelah selatan Tripoli. 

Dalam berita sebelumnya, milisi GNA masih terus melancarkan agresinya meski sudah memasuki Ramadhan. Juru Bicara LNA, Mayor Jenderal Ahmed al-Mismari, mengecam tindakan GNA yang meluncurkan 20 rudal grad ke arah pemukiman sipil, Minggu 25 April 2020.

"Kami menyerukan Misi Dukungan PBB di Libya untuk melakukan tugas mereka dan mengutuk teroris yang nyata, yang baru saja melakukan kejahatan perang," ujar Mismari dikutip AFN News.

Tindakan biadab GNA ini jadi respons pasca Panglima LNA, Marsekal Khalifa Belqasim Haftar, menyerukan rakyat Libya untuk melakukan perlawanan terhadap Dewan Presiden GNA yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Fayez al-Sarraj.

Hal tersebut dikumandangkan Haftar sebagai respons keras atas apa yang dilakukan milisi GNA, yang dianggap mencoba merampas kedaulatan Libya dengan dukungan Turki dan AS.