Singapore Airlines Tingkatkan Saham di Virgin Australia

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

Sydney (AFP/ANTARA) – Virgin Australia pada Rabu mengumumkan bahwa Singapore Airlines setuju untuk membeli 9,9 persen saham selanjutnya di perusahaan tersebut senilai 122,4 juta dolar Australia (sekitar Rp1,22 triliun) saat pesaing untuk Qantas meningkatkan permainan mereka.


Maskapai penerbangan Singapura akan membeli 255,5 juta saham yang dipegang oleh Virgin Group senilai 48 sen per saham, menambah jumlah saham di maskapai domestik Australia tersebut menjadi 19,9 persen, ujar Virgin dalam sebuah pemberitahuan kepada pasar.


Pembelian yang dilakukan setelah Singapore Airlines mengambil 10 persen saham pada Oktober tahun lalu, masih membutuhkan persetujuan dari Foreign Investment Review Board Australia.


Jika itu terjadi Singapore Airlines akan menjadi salah satu dari tiga pemegang saham terbesar bersama dengan Virgin Group milik Richard Branson and Air New Zealand.


Maskapai Etihad yang berbasis di Abu Dhabi juga memegang saham yang signifikan, memberikan Virgin Australia kekuatan keuangan yang besar untuk bersaing secara domestik dengan Qantas.


Australia memiliki pasar domestik yang menguntungkan dan maskapai global memperdalam ikatan dengan maskapai lokal untuk mengaksesnya.


Tahun lalu, Qantas dan Emirates mengumumkan sebuah aliansi besar global yang membuka jaringan domestik Qantas lebih dari 50 tujuan dan hampir 5.000 penerbangan per pekan untuk masakapai yang berbasis di Dubai.


Singapore Airlines merupakan kompetitor internasional utama untuk Qantas.


Pengumuman tersebut muncul sehari setelah regulator kompetisi Australia menyetujui pembelian Virgin Australia dari 60 persen saham di Tiger Airways Australia, meskipun terdapat kekhawatiran mengenai pasar yang menjadi duopoli.(dh/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...