Singapura-Australia Saling Kirim 500.000 Dosis Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Singapura - Singapura akan mengirimkan 500.000 dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech ke Australia sebagai bagian dari perjanjian berbagi dosis, kata Kementerian Luar Negeri (MFA) pada Selasa, 31 Agustus 2021.

Berdasarkan kesepakatan itu, Australia akan mengirim jumlah vaksin COVID-19 yang sama kembali ke Singapura pada Desember 2021 mendatang, menurut Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam sebuah unggahan di Facebook.

Setengah juta dosis yang dikirim Singapura akan berasal dari stok yang ada dan negara tersebut memiliki jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhannya saat ini, kata MFA, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (1/9/2021).

MFA menambahkan bahwa dosis vaksin COVID-19 yang dikembalikan di akhir tahun berpotensi digunakan sebagai suntikan penguat untuk segmen tertentu populasi Singapura yang dapat mengambil manfaat dari peningkatan tersebut.

"Perjanjian ini akan memungkinkan kedua negara untuk saling mendukung dalam mengoptimalkan jadwal kami masing-masing untuk memvaksinasi populasi kami terhadap COVID-19," kata MFA.

"(Ini) akan membantu Australia mempercepat program vaksinasinya di tengah peningkatan kasus saat ini yang disebabkan oleh varian Delta."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerjasama Antar-Negara Dalam Memerangi COVID-19

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong (AFP)
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong (AFP)

MFA juga mengatakan bahwa Singapura berterima kasih kepada Pfizer dan BioNTech yang telah membantu memfasilitasi kesepatan pembagian dosis itu.

Dalam unggahan Facebook-nya, Lee memuji langkah tersebut sebagai contoh lain dari Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara.

"Senang mendukung upaya mereka agar warga Australia divaksinasi sesegera mungkin," kata Lee.

Lee juga mengatakan bahwa negara-negara harus bersatu untuk memerangi pandemi agar semua negara dapat masuk ke new normal, dan Singapura siap membantu.

Menurut ABC News, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa dosis akan diterima minggu ini, dan diluncurkan di seluruh Australia mulai minggu depan, untuk dibagikan secara merata dengan semua negara bagian dan teritori berdasarkan populasi.

"Kita perlu memvaksinasi seluruh negeri dan kita perlu agar dosis itu menyebar dari satu ujung negara ke ujung negara yang lain," katanya.

Langkah itu akan membantu program vaksinasi nasional Australia dengan membagi dua kelompok usia, yakni usia 16 hingga 29 tahun, dan usia 12 hingga 15 tahun, kata Scott.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel