Singapura Imbau Penerima Vaksin Sinovac untuk Suntik Pfizer atau Moderna

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Masing-masing jenis vaksinasi Covid-19 memiliki kekuatan dan kelemahannya. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengenai informasi terbaru vaksinasi Covid-19 di Parkemen Singapura. Sang Menteri Kesehatan menyorot bahwa vaksin jenis Pfizer dinilai ampuh untuk melawan varian Delta.

The Strait Times, dikutip dari liputan6.com pada Rabu (06/10), menjelaskan bahwa Menkes Singapura menyatakan penerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Moderna mendapatkan perlindungan 40 persen dari varian Delta. Maka dari itu, penerima vaksin Sinovac diberi imbauan untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk dua jenis ini.

TERKAIT: Menghirup Hidrogen Peroksida bukan Cara Mengobati COVID-19

TERKAIT: Pesan Dirjen Pendidikan Jika Ada Anak Positif Covid-19 dalam PTM Terbatas

TERKAIT: Selenggarakan PON XX Papua, Bebas dari Covid-19 Jadi Kunci Sukses Indonesia

“Meski demikian, kedua vaksin itu masih sangat efektif dalam melindungi terhadap penyakit parah dari infeksi COVID-19,” jelas Menkes Ong Ye Kung.

Dijelaskan bahwa Menkes Singapura belum mengetahui kekuatan jitu vaksin Sinovac, dikarenakan masih kurang dari dua persen warga Singapura yang disuntik jenis vaksin tersebut. Para penerima vaksin jenis Sinovac diimbau untuk disuntik vaksin mRNA jenis Pfizer atau Moderna.

“Pada waktunya, kita juga akan mengundang individu-individu yang eligible yang menerima vaksin Sinovac atau Sinopharm,” katanya.

Data Kemenkes Singapura mencatat, terdapat 1.355 pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit per 4 Oktober 2021. Jelasnya terdapat 35 orang yang berada di ruang ICU, serta 221 pasien lansia dengan kondisi buruk. Per 3 Oktober 2021, sebanyak 82 persen populasi di Singapura telah menerima dua dosis vaksinasi Covid-19.

Indonesia fokuskan vaksinasi Covid-19 yang merata

Pemerintah Indonesia tegaskan distribusi vaksinasi Covid-19 yang merata di seluruh daerah (pexels.com/Frank Meriño)
Pemerintah Indonesia tegaskan distribusi vaksinasi Covid-19 yang merata di seluruh daerah (pexels.com/Frank Meriño)

Pemerintah Indonesia pun telah menekankan distribusi vaksin Covid-19 di seluruh daerah. Hal ini menjadi prioritas utama program vaksinasi nasional. Dengan percepatan dan pemerataan vaksinasi, diharapkan akan memperkuat penanganan pandemi di tanah air.

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, menyatakan bahwa pemerataan vaksin ini diupayakan demi perlindungan kepada masyarakat Indonesia. DIharapkan dengan program ini, Indonesia dapat segera tuntas dari masalah kesehatan Covid-19.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat dan memperluas distribusi vaksinasi ke seluruh daerah di Indonesia,” ujar Plate dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari Health Liputan6.com.

“Semakin cepat proses distribusi, maka semakin cepat kita bisa bersama-sama melindungi segenap bangsa Indonesia,” tambahnya.

Selama Januari-September 2021, distribusi vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah, terhitung per 30 September, melalui Kementerian Kesehatan dan PT Bio Farma, telah mencapai 191 juta dosis vaksin.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel