Singapura sesali telah kirimkan hasil tes positif corona yang salah

SINGAPURA (Reuters) - Singapura meminta maaf kepada 357 pasien COVID-19 yang menerima pesan teks yang salah yang mengatakan mereka telah dites positif virus corona baru.

Negara kecil Asia Tenggara itu telah mengkonfirmasi lebih dari 28.000 kasus penyakit ini, salah satu angka tertinggi di Asia, dan berada dalam lockwdown hingga 1 Juni. Jumlah korban jiwa di Singapura mencapai 22 orang.

"Pesan telah dikirim karena kesalahan sistem TI yang mentes saat kami berupaya meningkatkan efisiensi sistem kami," kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin malam.

Kementerian ini meminta maaf "atas ketidaknyamanan dan kecemasan yang disebabkan" dan mengatakan bahwa penerima telah diberitahu akan kesalahan dalam jangka beberapa jam.

Dua mantan pasien COVID-19 yang menerima pesan itu mengatakan kepada stasiun televisi Singapura ChannelNewsAsia bahwa mereka sebelumnya telah dikonfirmasi negatif dan telah dipulangkan.

Kementerian tidak segera mengkonfirmasi apakah pasien yang pulih telah menerima pesan.


(Laporan Aradhana Aravindan di Singapura; Disunting oleh John Geddie dan Stephen Coates)