Singapura versus Indonesia, momen Garuda buka jalan ke final

·Bacaan 5 menit

Dalam turnamen sepak bola apapun, berhadapan dengan tim tuan rumah tidak pernah mudah dan itulah yang dirasakan tim nasional Indonesia saat melawan Singapura pada laga leg pertama semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12).

Pertandingan tersebut berlangsung mulai pukul 19.30 WIB atau 20.30 waktu setempat di Stadion Nasional, Singapura. Ya, karena pandemi COVID-19, Piala AFF 2020 memang berlangsung terpusat di negara yang merayakan kemerdekaan pada 9 Agustus itu.

Dikabarkan, tiket jatah untuk pendukung Singapura pada laga empat besar Piala AFF 2020, yang jumlahnya lebih besar daripada slot tim tamu, sudah habis terjual.

Kondisi itu menjadi pembakar semangat para pemain tim nasional Singapura.

"Dukungan fan itu penting bagi kami di lapangan," ujar kiper Singapura, Hassan bin Abdullah Sunny.

Baca juga: Singapura waspadai Indonesia yang tangguh dan pantang menyerah

Timnas Indonesia tentu saja mewaspadai dukungan psikologis dari penonton kepada lawannya.

Pelatih skuad "Garuda", Shin Tae-yong pun tak ragu menyebut Singapura lebih diunggulkan karena status tuan rumah mereka.

"Singapura lebih diunggulkan karena mereka tuan rumah penyelenggara turnamen. Jadi kami harus berjuang lebih keras agar mendapatkan hasil yang bagus," kata Shin.

Singapura, menurut Shin Tae-yong, juga mempunyai kemampuan yang baik sebagai sebuah tim.

Lini depan dan bertahan mereka sama-sama bagus dan itu dibuktikan dengan kelolosan mereka ke semifinal sebagai peringkat kedua Grup A.

"Artinya, kami tidak bisa lengah sedikit pun saat berlaga nanti," tutur juru taktik asal Korea Selatan tersebut.

Kemenangan pada leg pertama tentu akan membuka lebar jalan Indonesia ke final karena babak gugur Piala AFF 2020 tidak mengenal kentungan gol tandang meski berlangsung dalam dua leg.

Baca juga: Timnas Indonesia waspadai status tuan rumah Singapura


Unggul

Di atas kertas, Indonesia lebih unggul dibandingkan Singapura pada Piala AFF 2020.

Indonesia merupakan juara Grup B, yang disebut-sebut grup "neraka" karena diisi pula oleh Vietnam dan Malaysia, dengan catatan tidak pernah kalah dari empat pertandingan.

Timnas Indonesia, dengan variasi taktik dan strategi menekan lawannya, mampu mengemas total 13 gol pada fase grup dan hanya kebobolan empat kali. Itu membuat skuad "Garuda" untuk sementara menjadi tim tersubur di Piala AFF 2020.

Adapun Singapura lolos ke empat besar sebagai peringkat kedua Grup A. Skuad asuhan pelatih Jepang, Tatsuma Yoshida ini sudah kalah satu kali dan cuma mampu tujuh kali melesakkan bola ke gawang lawan dan kemasukan tiga gol.

Memang, sejak tahun 2005, timnas Indonesia tidak memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Singapura. Selama itu, Indonesia hanya meraup dua kemenangan.

Baca juga: Shin Tae-yong minta pemain timnas Indonesia hindari kartu kuning

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di fase grup Piala AFF 2018, yang juga berlangsung di Stadion Nasional, Singapura, di mana timnas Indonesia kalah 0-1.

Namun, sepertinya jejak sejarah itu tak berlaku di Piala AFF 2020. Timnas Indonesia kini sudah berbeda dibandingkan tiga tahun lalu.

Dengan mayoritas pemain berusia di bawah 23 tahun, Indonesia menunjukkan performa energetik di lapangan. Pratama Arhan dan kawan-kawan mampu menerjemahkan taktik dengan baik dan melaksanakannya tanpa kenal lelah.

Indonesia pun dipastikan dapat menurunkan semua pemain andalannya. Hanya Ramai Rumakiek yang absen karena akumulasi kartu kuning dan Egy Maulana tak bisa bermain karena baru tiba di Singapura pada Selasa (21/12) malam.

Sementara Singapura limbung karena bek kiri andalannya, Shakir Hamzah menderita cedera lutut dan diprediksi absen sampai akhir kompetisi. Shakir sebelumnya selalu tampil penuh pada tiga laga Grup A sebelum harus mendapatkan perawatan medis saat pertandingan pamungkas versus Thailand.

Absennya Shakir melengkapi derita Singapura yang sebelumnya juga tak dapat menurunkan sayap kanan Gabriel Quak yang terlebih dahulu naik ke meja pengobatan.

Dengan situasi demikian, peluang Indonesia untuk menaklukkan Singapura pada leg pertama cukup besar.

Witan Sulaeman, Irfan Jaya dan Ezra Walian menjadi senjata yang berpotensi dipertahankan Shin Tae-yong untuk mengukir skor. Sementara di tengah, Ricky Kambuaya dan gelandang bertahan Rachmat Irianto juga sepertinya belum tergantikan.

Sang kapten Evan Dimas mungkin dimainkan setelah menjadi cadangan saat timnas menghadapi Vietnam dan Malaysia.

Di lini pertahanan, Elkan Baggott layak mendapatkan tempat utama kembali bersama Alfeandra Dewangga yang berperforma stabil. Duo Pratama Arhan sebagai bek kiri dan Asnawi Mangkualam Bahar di sisi kanan pun mestinya dipertahankan.

Dari kubu Singapura, pemain yang perlu diwaspadai tentu saja penyerang Ikhsan Fandi yang sudah membuat dua gol di Piala AFF 2020.

Ikhsan merupakan pemain yang merumput untuk klub FK Jerv di liga lapis kedua Norwegia.

Selain itu, nama gelandang Shahdan Sulaiman pun perlu mendapatkan perhatian lebih. Shahdan merupakan pemain terbanyak kedua yang melepaskan umpan silang selama fase penyisihan grup. Total dia mengirimkan 22 kali operan silang, hanya lebih sedikit dari pemain Myanmar, Bo Bo Hiang yang menuntaskan 25 kali umpan silang.

Singapura pun fasih dalam memanfaatkan peluang melalui skema bola mati (set piece). Dari tujuh gol yang mereka buat di penyisihan grup, tiga datang dari bola mati dengan rincian dua kali dari tendangan sudut dan sisanya sepakan bebas.

Terkait itu, jawaban Indonesia sepertinya ada dalam diri bek bertinggi badan 1,94 meter, Elkan Baggott. Elkan diharapkan mampu "menyapu" setiap bola lambung yang datang ke pertahanan Indonesia termasuk dari "set piece".

Satu hal yang mungkin dikhawatirkan timnas Indonesia adalah belum tajamnya para penyerang tengah. Dari empat "striker" yang dibawa ke Piala AFF 2020, hanya Ezra Walian yang sudah membuat gol, itu pun baru satu. Dedik Setiawan, Kushedya Yudo dan Hanis Sagara masih belum menggoreskan namanya di papan skor.

Shin Tae-yong sendiri tidak pernah secara terbuka membicarakan soal penyerangnya. Bagi dia, selama pemain dapat mematuhi taktik, disiplin dalam berlaga dan mampu membantu tim meraih kemenangan, maka tidak masalah siapa saja yang menjadi pencetak gol.

Inilah yang menjadi alasan kenapa distribusi gol Indonesia menyebar ke pemain sayap, gelandang hingga bek. Pencetak gol terbanyak Indonesia saat ini adalah pemain sayap klub PSS, Irfan Jaya.

Singapura boleh saja mendapatkan dukungan dari penonton tuan rumah. Namun, sadarilah, jumlah suporter Indonesia jauh lebih besar daripada yang nanti terlihat di Stadion Nasional, Singapura. Mereka mengawal dari depan layar masing-masing, dengan semua pernak-pernik dan teriakannya. Semua berujung pada satu harapan: Indonesia menang!

Baca juga: Ketua Umum PSSI: Timnas Indonesia jawab keraguan


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel