Singgung Kisah Yusuf-Potifar, Ibu Brigadir J Minta Putri Candrawathi Tobat

Merdeka.com - Merdeka.com - Ibu Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, meminta terdakwa Putri Candrawathi segera bertaubat. Dia juga meminta keluarga Ferdy Sambo memulihkan nama baik anaknya, Yosua. Rosti menangis saat mengutarakan permohonannya kepada Putri.

Terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa Putri Candrawathi bertatap muka langsung dengan keluarga Brigadir J dengan agenda sama-sama pembacaan saksi. Sidang digelar di Pengadilan Jakarta Selatan, Ruang Kelas 1A Khusus, Selasa (1/11).

Rosti memberikan keterangan dan meminta hal itu di hadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Mendengar itu, Putri hanya terlihat menundukkan kepalanya.

Dirangkum merdeka.com, pinta Ibu Yosua kepada Putri sebagai berikut:

"Ibu Putri, saya mohon yang mulia (majelis hakim). Saya akan utarakan juga ini. Saya sebagai seorang ibu, Putri, ibu juga sebagai seorang ibu yang memiliki beberapa anak. Berikan lah contoh panutan kepada anak-anak, bisa lah kita sebagai seorang ibu yang memberikan didikan yang baik pada anak. Karena, ibu mendidik keturunan," kata Rosti saat sidang di PN Jaksel, Selasa (1/11).

"Jadi, jangan bagaikan Potifar atau Adam Isabel yang kejam pada saat ini. Ibu muncul ke dunia ini bagaikan Potifar, jadi anakku Nofriansyah Yosua tolong pulihkan namanya, pulihkan keluarga kami dari fitnahan kebohongan-kebohongan itu. Sudah terbunuh anakku, ibu. Sudah tercapai keinginan kalian, sudah puaskah kalian dengan perbuatan kalian kepada anakku? Yang sudah merampas nyawa dengan sadisnya, dengan komplotanmu itu," lanjutnya.

"Jadi, bu. Sadar lah. Terlalu kejam, terlalu kejam seorang ibu melihat, mengetahui, mendengar. Nggak mungkin ibu tidak mengetahui, ibu punya mata dibikin Tuhan. Ibu diberi Tuhan hati nurani, tapi hati nurani ibu sudah sia-sia. Sudah mati. Jadi, segeralah sadar, bertobatlah, dan berkata jujur lah di dalam kasus ini. Agar arwah anakku tenang," tegasnya.

"Bayangkan anak ibu rela disiksa, dianiaya, ikhlaskah ibu seperti yang ibu bilang? Saya mempercayai suami yang saya cintai. Jadi semisalnya, anak ibu dibuat seperti yang kalian lakukan ini kepada anakku, apakah rela dan ikhlas? Begitu bapak yang mulia," tutupnya.

Kisah Potifar

Potifar adalah kisah dari zaman Mesir kuno. Seorang tuan asal Mesir yang memiliki budak bernama Yusuf. Kisah ini ditulis Kitab Kejadian 39.

Dikisahkan, Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu istri Potifar memandang Yusuf dengan birahi. Bahkan sempat diajak tidur bersama. Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada istri tuannya itu:

"Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku. Bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya daripadaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain daripada engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?".

Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya.

Singkat cerita, sang istri memfitnah Yusuf dengan cobaan perkosaan. Hingga membuat Potifar marah besar. Lalu Yusuf ditangkap oleh Potifar dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [rnd]