Singgung Piala Menpora, Ketua IPW Panen Cibiran Netizen

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane belakangan jadi tren di media sosial. Penyebabnya, dia menyebut Piala Menpora merupakan turnamen ecek-ecek.

Tak hanya mengejek, Neta bahkan meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo tidak mengeluarkan izin turnamen pramusim sepak bola tersebut. Neta menganggap Piala Menpora bisa jadi klaster baru penyebaran COVID-19.

Dalam unggahan Instagram-nya, Neta mengunggah sembilan alasan Piala Menpora 2021 harus dibatalkan. Apalagi menurutnya Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan instruksi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun, bukan dukungan yang diterima, justru malah cibiran yang didapat. Dia dibully karena dianggap tak berempati terhadap dunia sepakbola yang telah satu tahun ini terhenti akibat pandemi COVID-19.

Padahal, banyak yang menggantungkan hidupnya dari sepakbola di Tanah Air seperti pemain, pelatih, official klub dan tenaga pendukung lainnya.

Salah satu yang mencibir adalah akun @bryyan_09. Dia mempertanyakan sikap Neta yang diam ketika Pemilihan Kepala Daerah serentak dilaksanakan pada akhir tahun lalu.

"Gini aja pak, Bapak bayar bulanan seluruh elemen yang ada di Club buat biaya hidup mereka dan di Jamin kehidupannya. Kalo bulanannya sudah ada jaminan gak ada bola di Indonesia juga nggapapa anda ngelarang kompetisi di Indonesia tapi gak ada jaminan apapun!!! Anda waras??!!!. Lalu Pilkada apa kabar?? Apakah bapak koar2??!!!," tulis dia.

Sementara itu, ada pula warganet yang menuding Neta S Pane hanya menumpang tenar dengan gelaran ini.

"Pansos mulu," kata akun @baang_mun.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena, juga menyerukan agar menghiraukan saja pihak yang tidak menginginkan sepakbola Indonesia kembali bergulir.

"Piala Menpora tetap sesuai dengan jadwal dan akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi abaikan saja mereka yang tidak menginginkan sepakbola Indonesia maju," kata Yeyen dikutip situs resmi PSSI.

Bagi Yeyen sepakbola adalah tontonan dan hiburan. "Bagi kami, sepak bola jauh lebih dari itu. Sepak bola adalah kehidupan dan harapan. Pandemi covid-19 terlalu lama merusak kehidupan insan sepak bola Indonesia. Namun, riak kehidupan dan harapan itu muncul lagi lewat Piala Menpora," lanjutnya.