Singgung Prancis dan India, Ganjar Minta Warga Jateng Tak Mudik

Lis Yuliawati, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Pusat sudah memutuskan melarang mudik Lebaran tahun ini. Teknis pelaksanaannya masih menunggu aturan dari pemerintah pusat, terkait aturan teknis ibadah pada bulan Ramadan dari Kementerian Agama dan regulasi kendaraan yang boleh berlalu-lalang dari Kementerian Perhubungan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga Jawa Tengah yang ada di perantauan untuk bersabar dan tidak mudik pada lebaran tahun ini. Hal itu mengingat kondisi COVID-19 yang mulai menurun dan harus dijaga, serta mengantisipasi adanya gelombang kedua COVID-19 di Jawa Tengah.

Menurut Ganjar, kesabaran dalam menahan diri untuk tidak mudik merupakan kontribusi besar bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan. Ia mencontohkan kasus di Prancis dan India. Saat kasusnya menurun masyarakatnya lengah sehingga saat ini naik lagi.

"Saya mendorong masyarakat tidak usah mudik ya, mumpung ini COVID-19 lagi turun. Sabar sebentar, ini kalau bisa dijaga kita akan bisa lebih cepat. Ingat pengalaman di Prancis dan India yang saat ini lagi naik. Tadi pagi saya juga habis ngobrol dengan KBRI di Kanada, ternyata kondisinya juga lagi naik," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 30 Maret 2021.

Untuk merespons keputusan larangan mudik, Ganjar akan bekerja sama dengan provinsi tetangga. "Kita sudah punya pengalaman tahun lalu berjaga maka kita sedang menyiapkan respons terhadap keputusan. Bayangannya kita akan bekerja sama dengan provinsi sebelah, antarkabupaten, dan TNI-Polri juga sudah menyiapkan skenario-skenario berjaga apalagi di perbatasan," ujarnya.

Mengantisipasi warga yang tetap nekat mudik, pihaknya telah menyiapkan tempat-tempat isolasi mandiri dan isolasi di rumah sakit.

"Tempat isolasi sudah pasti, baik isolasi mandiri terpusat maupun isolasi di rumah sakit. Bahkan tempat isolasi mandiri yang ada saat ini sudah saya minta untuk dipertahankan dulu," ujarnya.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/Semarang, Jateng)