Sinkronisasi kurikulum, SMK vokasi Kemenperin gandeng industri

Sekolah vokasi di bawah Kementerian Perindustrian yakni Sekolah Menengah Khusus SMAK Padang menggandeng industri dengan menggelar pertemuan bersama 30 perusahaan untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dan menyukseskan sistem ganda (dual system).

"SMK-SMAK Padang mengundang sebanyak 30 perusahaan industri untuk menambah mitranya guna menyukseskan program dual system," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Temu industri itu berlanjut dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara SMAK Padang dan 14 perusahaan.

Menurut Arus, terkait sinkronisasi kurikulum pendidikan yang diterapkan, pihak industri diharapkan dapat memberikan masukan jika ada kesenjangan kompetensi dari output sekolah, sehingga ke depan bisa lebih disempurnakan.

"Selain memperluas kemitraan, melalui pertemuan ini, sekolah juga memperoleh masukan untuk menyesuaikan kompetensi SDM output-nya dengan kebutuhan industri," tuturnya.

Program pendidikan vokasi dual system memberikan pengalaman kerja yang cukup bagi siswa melalui praktik kerja dengan durasi 50 persen dari total masa pendidikan, sehingga memiliki bekal yang memadai untuk bisa diserap oleh industri.

Ketua Pelaksana Kegiatan Temu Industri SMK-SMAK Padang Mila Handrefa menyebutkan kegiatan ini menghasilkan kesepahaman antara sekolah dengan 14 industri yang menjadi mitra penerapan sistem ganda.

"Untuk menyukseskan pendidikan sistem ganda tentunya membutuhkan mitra industri yang tidak sedikit. Melalui acara ini, SMK-SMAK Padang berhasil menambah mitra industri sebagai tempat prakerja siswa. Sehingga tujuan sekolah untuk mencetak SDM yang kompeten di bidangnya akan terpenuhi," sebutnya

Analytical Manager PT Pharmametric Labs Seriyati menyampaikan dukungannya terhadap upaya yang dijalankan SMK-SMAK Padang. Menurutnya, penerapan model pendidikan secara dual system membuat siswa mendapat kesempatan lebih lama untuk praktek.

"Dengan demikian, pelaku industri bisa memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga analis yang kompeten sekaligus memiliki dasar pengalaman," terangnya.

Baca juga: Kemenperin: Pendidikan vokasi sesuaikan keterampilan dan dunia kerja
Baca juga: Kemenperin gandeng industri terapkan pendidikan vokasi sistem ganda
Baca juga: Cetak SDM berdaya saing, Kemenperin tetapkan "Corporate University"