Sinopsis Film Seandainya, Ketika Cinta Memiliki Caranya Sendiri untuk Berbicara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tak hanya film luar negeri, masih banyak film Indonesia yang menawarkan cerita cinta romantis yang mampu menyayat hati. Salah satunya adalah film berjudul Seandainya.

Dari judul filmnya, Seandainya membuat siapa saja bertanya-tanya mengenai cerita apa yang ingin disampaikan oleh film yang dibintangi oleh Chris Laurent dan Dinda Hauw ini. Film yang dirilis pada 2012 ini menceritakan tentang kisah cinta yang sangat tidak biasa.

Hal ini terlihat dari dua sisi kehidupan yang berbanding terbalik yang dijalani oleh Dinda Hauw yang berperan sebagai Cinta. Cinta tinggal bersama dengan ayahnya yang tuli dan bisu.

Kesehariannya di rumah, Cinta menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan ayahnya. Seperti apa kisah selengkapnya? Simak sinopsis film Seandainya di bawah ini.

Pertemuan Pertama

Kisah Seandainya selanjutnya berlanjut di sekolah Cinta. Di sana, ia bertemu dengan Arkana, anak laki-laki yang sepanjang hari di sekolah penuh dengan suara. Arkana tidak pernah lepas dari musik yang dibuktikan dengan headphone yang selalu menempel kemanapun ia berjalan.

Suatu waktu, Cinta dan Arkana terjebak di perpustakaan. Insiden itu membuat keduanya semakin dekat. Akan tetapi kedekatan mereka berdua membawa perubahan yang dirasakan oleh ayahnya Cinta.

Ayah Cinta merasa sosok teman dekatnya itu telah merubah dirinya. Hubungan keduanya pun tidak didukung oleh ayahnya karena menganggap Arkana adalah anak nakal. Akan tetapi, keduanya ternyata diam-diam tetap menjalani hubungan tersebut.

Kesehatan Memburuk

Suatu hari, kondisi kesehatan Cinta menurun dan ayahnya membawanya ke rumah sakit. Cinta mengidap penyakit leukemia.

Tidak ingin mengecewakan ayahnya, Cinta pun akhirnya menjauhi Arkana. Perubahan yang ditampilkan Cinta membuat Arkana merasa sesuatu yang ganjil. Ia pun menemukan tentang penyakit yang dialami Cinta.

Melihat anaknya yang semakin hari kondisinya menurun, membuat ayahnya merestui hubungan mereka agar Cinta bisa merasakan cinta yang berbeda yaitu cinta yang memiliki suara.

Film yang ditulis oleh Anggoro Saronto ini akan membawa kita bertanya-tanya akhir apa yang akan disajikan dalam film ini. Untuk tahu bagaimana perjuangan Cinta melawan penyakit dan kisah cintanya, nonton film Seandainya di Vidio.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel