Sinyal Black Box Sriwijaya Air Terdeteksi, Arus Jadi Kendala Pencarian

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah terdeteksi oleh tim SAR gabungan. Pencarian terus dioptimalkan untuk menemukan perangkat perekam penyebab kecelakaan pesawat yang mengangkut 62 orang tersebut.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menyampaikan sinyal emergency sudah dipancarkan black box Sriwijaya Air SJ182. Untuk mendukung pencarian, Basarnas juga sudah mengerahkan KN SAR Basudewa.

"Kemudian kita perkuat kirim SAR Basudewa, perlatan tambahan dari KNKT maupun Basarnas untuk melihat melaksanakan pencarian yang lebih intensif lagi," ujar Bagus dalam wawancara dengan tvOne yang dikutip VIVA, Senin, 11 Januari 2021.

Dia menjelaskan, KRI Rigel sudah mendeteksi sinyal emergency black box yang dipancarkan dari dua lokasi. Namun, memang ada kendala dalam pencariannya.

Selain arus ombak, lokasi black box yang ada bawah perairan dengan kemungkinan tertutup lumpur jadi kendala lainnya.

"Titik sudah ditemukan oleh KRI Rigel. Ada dua yaitu mereka berjarak sekitar 150 sampai 200 meter. Namun, ini kan di bawah. Kalau dengan arus dan segala macam, bisa tertutup lumpur, atau bergeser. Nah, kesulitannya di situ," ujar Bagus.

Kemudian, ia menambahkan cuaca di lokasi Perairan Kepulauan Seribu juga tak bersahabat karena hujan lebat pada Minggu, 10 Januari 2021. Pun, pencarian intensif secara optimal digenjot pada siang hari.

"Tadi sore jam 6 sempat cuaca kurang bagus, di sana hujan lebat. Nah, sekarang malam hari tentunya tetap melaksanakan operasi SAR. namun kan tak seintensif siang hari," sebut Bagus.

Terkait update per Minggu malam, 10 Januari 2021, ia menyebut tim SAR gabungan sudah menemukan 16 potongan besar bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 termasuk turbin. Lalu, 17 kantong jenazah yang berisikan potongan tubuh korban.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang dengan rincian 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga orang bayi. Untuk kru terdapat 12 orang sehingga total pesawat tersebut mengangkut 62 orang.

Baca Juga: Angga, Penumpang Sriwijaya Air Tinggalkan Bayi Berusia 7 Hari