Sinyal Matahari Department Store Bakal Eksekusi Hak saat Rights Issue NOBU

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) akan segera melaksanakan penerbitan saham baru yang dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perseroan berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 10,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penambahan Modal HMETD (PMHMETD) atau rights issue.

Sebagai salah satu pemegang mayoritas saham Perseroan, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bermaksud untuk mempertahankan investasinya di Bank Nobu. Hal itu mengingat posisi Bank Nobu yang masih cukup baik sampai saat ini.

"Saat ini kami tidak ada keinginan untuk mengubah investasi kami di Bank Nobu. Orientasi kami tetap berpegang pada investasi tersebut seperti saat ini,” ujar Chief Financial Officer LPPF, Niraj dalam public expose live, Jumat (10/9/2021).

Sehubungan dengan itu, Chief Executive Officer LPPF, Terry O'Connor mengungkapkan rencana perusahaan untuk mengeksekusi haknya dalam HMETD Bank Nobu. Investasi pada Bank Nobu ini juga dinilai akan turut memfasilitasi pendekatan bisnis omnichannel LPPF.

"Saat ini perseroan memiliki pandangan yang positif terhadap Bank Nobu yang saat ini menunjukkan momentum yang sangat positif. Tapi kita juga akan fokus pada kebutuhan modal Matahari. Kita akan mencoba mengambil sebanyak mungkin peluang yang di tengah pandemi saat ini," kata dia.

Merujuk data Bursa, saat ini LPPF tercatat memegang 16,4 persen saham Bank Nobu atau setara 728 juta lembar saham. “Kita fokus pada omni-channel dan berinvestasi pada teknologi yang tepat. Serta harus menempatkan diri kami agar bisa memberikan keuntungan pada pemegang saham kami dalam nilai yang paling baik bagi mereka,” imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham LPPF

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 September 2021, saham LPPF turun 2,12 persen menjadi Rp 2.770 per saham. Saham LPPF dibuka stagnan Rp 2.830 per saham.

Saham LPPF berada di level tertinggi Rp 2.860 dan terendah Rp 2.760 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.445 kali dengan volume perdagangan 36.996. Nilai transaksi Rp 10,4 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel