Siram Air Panas ke Petugas PPKM, Pedagang di Medan Jadi Tersangka

·Bacaan 1 menit

VIVA – Rakes (42), pedagang warung kopi dan makanan yang menyiram petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara, saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, ditetapkan sebagai tersangka.

Pihak Satpol PP Provinsi Sumut, membuat laporan ke Polrestabes Medan. Rakes yang merupakan warga Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan diamankan petugas kepolisian, usai menjalani sidang cepat di kantor PKK Kota Medan, Kamis 15 Juli 2021.

Kini, Rakes menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan atas perbuatannya melawan petugas dengan menyiram air panas.

"Kita mengamankan terlapor atas bukti laporan polisi LP7B7143/VU|2021| SPKT RESTABES MEDAN TANGGAL 15 JULI 2021," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Ranggak Putra, Jumat, 16 Juli 2021.

Rakes menolak warungnya ditutup oleh petugas gabungan PPKM Darurat tersebut, Kamis pagi, 15 Juli 2021, sekitar pukul 15.00 WIB. Sempat terjadi keributan antara tersangka dengan petugas Satpol PP.

"Pergi kelen, keluar kelen dari warung ku ini," teriak Rakes sambil menyiram air panas kepada petugas Satpol PP. Video penyiraman air panas itu viral di media sosial.

Rakes dilaporkan oleh korban, yang merupakan petugas Satpol PP, bernama Indra Syahputran Lubis (45), warga Jalan Mawar Raya, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Atas perbuatannya, Rakes dijerat dengan pasal 212 KUHPidana. Dalam pasal itu dijelaskan: Barang siapa yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah atau orang yang menurut kewajiban Undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat.

"Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500," kata Rafles.

Baca juga: Siswa Curhat ke Ganjar Ayahnya Korban PPKM, Eh Dikirimi Beras

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel