Sirkuit Sepang Merespons Pembatalan Tes MotoGP

Scherazade Mulia Saraswati
·Bacaan 1 menit

Baru saja ada secercah harapan, di mana MotoGP bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia agar seluruh tim bisa berada di paddock tanpa harus menjalani karantina wajib yang ditetapkan, tes pramusim Sepang akhirnya harus dibatalkan.

Sedianya pengujian dijadwalkan 19-21 Februari, diawali Shakedown Test pada 14-16 Februari. Tetapi tingginya kasus di Negeri Jiran, terutama darurat nasional yang diumumkan Malaysia, membatalkan tes pramusim MotoGP Sepang.

“Kami sangat kecewa atas pembatalan ini dan saya yakin ini berita sedih bagi para penggemar MotoGP di Malaysia dan di seluruh dunia,” ucap CEO Sirkuit Internasional Sepang, Azhan Shafriman, dalam pernyataan tertulis, Rabu (13/1/2021).

“Kami (sebelumnya) sangat menantikan untuk melihat aksi dari Tes Resmi sebelum musim dimulai.

“Namun, dengan lonjakan Covid-19 baru-baru ini, keselamatan dan kesejahteraan mereka yang terlibat tetap menjadi prioritas utama kami dan kami tidak dapat mengambil risiko terhadap kesehatan orang lain.”

Sementara itu, terkait pembatasan pergerakan atau MCO (movement control order) yang diberlakukan Pemerintah Malaysia dari 13 sampai 26 Januari, pihak sirkuit menunda semua aktivitas dan event di Sepang.

“Ini, sayangnya memengaruhi aktivitas track day dan Round 2 Malaysia Superbike Championship (MSBK) dari 20 hingga 22 Januari mendatang,” kata Shafriman.

Baca Juga:

Tes Pramusim MotoGP Sepang 2021 Resmi Dibatalkan Mendadak Balap, Segudang PR Mandalika Grand Prix Association Mandalika Racing Team Indonesia Ditinggal Direktur Teknis