Sisa 4 Laga, Manajemen Mengultimatum Skuat Arema

Bola.com, Malang - Arema masih bernafsu membidik posisi tiga besar atau runner-up akhir Shopee Liga 1 2019. Hal itu berarti sisa empat laga terakhir harus digunakan untuk meraup poin sempurna.

Jika tidak, target musim ini bakal meleset karena persaingan masuk tiga besar sangat ketat. Arema kini masih menghuni urutan kelima dengan poin 43.

Namun, General Manager Arema, Ruddy Widodo, punya cara untuk melecut semangat pemain di akhir musim, yakni sebagai pertaruhan terakhir pemain untuk dipertahankan atau tidak di musim depan.

"Sebenarnya siapa saja pemain yang akan dipertahankan sudah ada kerangkanya. Tapi, masih ada sisa empaat pertandingan. Itu bisa jadi penentu siapa yang akhirnya dipertahankan. Bahasa kasarnya sebagai ajang jual diri. Atau pembuktian kualitas,” jelas Ruddy.

Musim ini, Arema sudah memberikan kesempatan kepada pemainnya. Hanya empat pemain muda yang baru promosi, yang belum mendapat kepercayaan, seperti kiper Andriyas Fransisco, dan tiga gelandang, Vikrian Akbar, Titan Fawazzi serta Zidane Pulanda.

"Sebenarnya bukan hanya pemain yang jadi perhatian di sisa musim. Tapi, juga tim pelatih. Andaikan tidak masuk tiga besar, itu artinya mereka gagal," tegasnya.

Perburuan Pemain Baru

Striker Arema FC, Nur Hardianto, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (24/10). Arema tahan imbang 1-1 Tira Persikabo. (Bola.com/Yoppy Renato)

Hanya, manajemen Arema tidak ingin membocorkan berapa persen pemain yang akan dipertahankan untuk musim depan karena empat laga terakhir juga masih menentukan. Tetapi, Arema sudah ancang-ancang melakukan perburuan pemain baru.

"Bisa dianalisis sendiri sebenarnya seperti apa kebutuhan Arema untuk selanjutnya. Musim ini, kami jadi tim pelatih produktif. Sedangkan jumlah kemasukannya juga banyak. Dari situ bisa ditebak," lanjutnya.

Hal itu berarti Arema akan memperbaiki kedalaman skuat untuk pemain bertahan. Namun, bukan berarti lini depan aman, melainkan jumlah pemain yang diganti di lini depan akan lebih sedikit ketimbang lini belakang.

"Masalah kebobolan banyak memang bukan sepenuhnya kesalahan pemain belakang. Namun, tetap jadi catatan," kata Ruddy.