Sisca Yofie Sempat Dikira Boneka Diseret

TEMPO.CO, BANDUNG- Beberapa saksi sempat melihat sosok pembunuh Fransisca Yofie, perempuan yang ditemukan tewas di Jalan Cipedes Kota Bandung.  Mereka melihatnya saat kedua pelaku menyeret tubuh korban.

Reza, pemilik salon Reza di ruas utara Jalan Cipedes sempat mengira Sisca adalah boneka manequin ketika diseret dua pelaku yang menunggang motor Satria biru-putih berboncengan. "Yang pegang motor tubuhnya besar, yang dibonceng tubuhnya lebih kecil. Mereka pakai pakai helm full face dan jaket warna gelap," kata Reza di lokasi penemuan jasad Sisca di RT 07 RW 01 Cipedes, Senin malam 5 Agustus 2013.(baca:Saksi Mendengar Jeritan Wanita Korban Pembacokan)

Meski mengira boneka manusia, Reza terkaget ketika mendengar ada teriakan korban minta tolong. Sempat dikejar, tapi korban dibuang di tengah jalan. Sekitar 500 meter.

Sisca ditemukan tewas setelah diseret motor dan dibacok di Jalan Cipedes RT 07 RW 01, Sukajadi. Jaraknya sekitar 500 meter di selatan rumah tumpangan korban di kompleks Setra Indah. (baca:Diseret Motor dan Dibacok, Wanita Ini Tewas  )

Perempuan 30 tahun yang diketahui bekerja di perusahaan leasing ini tewas dengan 3 luka bacok di kepala serta luka lebam-lecet di sekujur tubuh. Kepolisian Sektor Sukajadi dan Resor Kota Besar Bandung kini tengah menyelidiki dua pelaku pembunuhan Sisca. "Kami masih selidiki pelakunya,"kata Kepala Polsek Sukajadi Ajun Komisaris Sumi.

 ERICK P. HARDI

Berita terkait

Sebelum Dibacok, Sisca Diduga Diculik dari Gerbang Rumah

Wanita Korban Pembacokan Bekerja di Perusahaan Leasing Mobil

Saksi Mendengar Jeritan Wanita Korban Pembacokan

Diseret Motor dan Dibacok, Wanita Ini Tewas 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.