Sisi Kejam Sepakbola, Barcelona Untung karena Wasit

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVASevilla benar-benar sial. Mereka tersingkir dari Copa del Rey usai dikalahkan Barcelona di leg kedua semifinal yang berlangsung di Estadio Camp Nou, Kamis dini hari WIB 4 Maret 2021.

Sevilla menyerah dengan tiga gol tanpa balas. Hasil ini membuat anak asuh Julen Lopetegui kalah agregat 2-3 dari Barcelona.

Butuh babak tambahan waktu bagi Barcelona untuk mengamankan kemenangan ini. Sebab, sepanjang 90 menit waktu normal, mereka baru bisa unggul 2-0.

Gol pertama Barcelona tercipta ketika pertandingan memasuki menit 12 lewat Ousmane Dembele. Setelah itu pertandingan semakin meningkat intensitasnya.

Sevilla punya peluang untuk menyamakan kedudukan pada menit 73. Sayang hadiah penalti yang mereka dapatkan gagal berujung menjadi gol.

Di pengujung laga, tepatnya menit 90+2, Sevilla harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua kepada Fernando.

Dari sana Barcelona membuka asa mereka. Gerard Pique mencetak gol tambahan sehingga agregat menjadi 2-2 di menit-menit akhir.

Guna mencari finalis, pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Petaka pun datang untuk tim tamu, karena striker Barcelona, Martin Braithwaite bisa mencetak gol.

Usai pertandingan, Lopetegui menyebut pertandingan ini menunjukkan sisi paling kejam dalam sepakbola. Dia menyayangkan keputusan wasit yang tidak memberi kartu merah kepada lawannya.

"Kami telah menyaksikan sisi sepakbola paling kejam dalam pertandingan ini. Kami akhirnya menjatuhkan seorang pemain dan mereka juga seharusnya memiliki seorang pemain yang diusir," ujar Lopetegui, dikutip dari Sport.

"Sangat disayangkan. Banyak hal yang bertentangan dengan kami. Para pemain cedera, kebobolan dengan tembakan pertama yang tepat sasaran," imbuhnya.

Modal kemenangan 2-0 di leg pertama jadi terubang sia-sia. Juru taktik asal Spanyol tersebut tak ragu menyatakan rasa kecewa akan kekalahan dari Barcelona ini.

"Kami memiliki peluang untuk lolos, tetapi itu tidak terjadi dan kami kecwa. Saya tidak dapat berkata lebih banyak lagi. Jika Anda berbicara terlalu banyak, Anda tahu apa yang terjadi pada Anda," tutur Lopetegui.