Sisipan Pesan Mahfud Md saat Pelantikan Rektor Baru UMJ

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dr Ma'mun Murod yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) secara resmi dilantik sebagai rektor kampus tersebut.

Pelantikan Rektor UMJ dilaksanakan setelah terbit Sesuai Keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1230/KEP/I.0/D2021 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ma’mun Murod yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ ini dilantik oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Anwar Abbas. Dirinya terpilih menjadi rektor menggantikan Dr Endang Sulastri, sebagai Pejabat (Pj) Rektor UMJ.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pelantikan rektor baru UMJ ini dilaksanakan secara hybrid, yakni perpaduan daring dan luring serta dihadiri para tokoh nasional.

Dalam sambutan pertamanya sebagai rektor UMJ, Dr Ma’mun Murod mengutip pidato politik Abu Bakar saat dibaiat sebagai khalifah di tsaqifah Bani Saidah, yang bermakna bahwa jika pemimpin telah dipilih, perlu didukung karena kebaikannya, kejujurannya, tapi jika berbuat salah, maka harus diluruskan.

"Maka dari itu, dalam konteks kepemimpinan UMJ empat tahun ke depan, sebagai pribadi yang tak sempurna (dhoif), saya sangat membutuhkan nasehat, masukan dan kritik yang konstruktif dalam menjalankan amanat yang tidak ringan ini," tutur Ma'mun.

Dalam pelantikan tersebut, hadir beberapa tokoh-tokoh penting secara daring, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menko Polhukam Prof Mahfud MD, serta Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Pesan Menko Polhukam

Usai prosesi pelantikan, Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan pesan terkait fenomena yang sedang terjadi di Indonesia.

Korupsi yang merajalela dan tanggung jawab lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan untuk tidak korupsi.

"Universitas sekarang seolah-olah menjadi terdakwa utama dalam kerumitan di Indonesia. Korupsi itu sekarang vertikal, dari atas dan bawah. Maka, menjadi pertanyaanlah bagaimana ‘kerja’ perguruan tinggi agar melahirkan lulusan-lulusannya yang tidak korup," jelas Mahfud.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: