Sistem logistik F-35 akan dikembangkan lagi dan diubah, kata pejabat

Oleh Mike Stone

WASHINGTON (Reuters) - Sistem logistik berbasis komputer pada jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin, yang terganggu oleh penundaan, akan digantikan oleh jaringan lain buatan perusahaan yang sama, kata seorang pejabat Pentagon, Selasa.

Sistem Informasi Logistik Atonom (ALIS) itu dirancang sebagai pendukung operasi harian armada F-35, mulai dari perencanaan misi dan penjadwalan penerbangan sampai kepada perbaikan dan pemeliharaan terjadwal, serta pelacakan dan pemesanan komponen.

Ellen Lord, kepala buyer senjata Pentagon, mengatakan bahwa ALIS akan digantikan dengan Jaringan Data Operasional Terpadu (ODIN) milik Lockheed Martin, yang akan dirampingkan demi efisiensi "suara maintainer dan pilot di bagian terdepan daftar persyaratan."

Lord mengatakan kepada Reuters di luar rapat tertutup dengan Kongres AS bahwa Lockheed Martin, kontraktor utama F-35, akan mengerjakan ODIN di bawah payung pendanaan ALIS yang ada tanpa biaya tambahan yang membebani pembayar pajak.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) memperkirakan ALIS bakal menelan biaya lebih dari 16,7 miliar dolar AS selama siklus hidupnya yang puluhan tahun.

ALIS menjadi penyebab tertundanya perawatan pesawat, salah satu faktor yang harus difasilitasi.

"Satu unit Angkatan Udara memperkirakan bahwa sistem ini menghabiskan waktu yang setara dengan lebih dari 45.000 jam per tahun untuk melakukan tugas-tugas tambahan dan solusi manual karena ALIS tidak berfungsi sebagaimana dibutuhkan," kata GAO dalam sebuah laporan pada November.

Sampai Desember 2022, ODIN akan menggantikan ALIS pada semua F-35 kecuali yang dikerahkan dari jarak jauh atau di kapal induk, kata Lord.

John Garamendi (Demokrat-California), Ketua Subkomisi Kesiapan pada Komisi Angkatan Bersenjata DPR, menyebut waktu dua tahun sebagai "kerangka waktu yang sangat ketat."

"Kita tak bisa menunggu sampai ada ODIN yang berfungsi untuk mengatasi masalah keberlanjutan lainnya pada jet ini," kata dia dalam sebuah wawancara setelah sidang Selasa. F-35 menuai kritik karena per jam terbangnya membutuhkan biaya lebih tinggi dari harapan.

ODIN akan berbasis di cloud dan dirancang bisa mengirimkan data dalam waktu seketika mengenai kinerja pesawat dan sistem di bawah ketentuan keamanan dunia maya yang kian ketat, kata Lord.

"Kami sudah jelas mendengar para maintainer kami di jalur penerbangan saat mereka mengatakan mereka ingin menghabiskan waktu lebih singkat untuk pengelolaan administrasi di ALIS," kata dia.