Sistem Pencahayaan Baru, Lomba F1 Malam Bisa Lebih Banyak

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Geobrugg membuat penemuan sistem pencahayaan baru yang memungkinkan digelarnya balapan malam yang lebih banyak di Kejuaraan Dunia Formula 1 di masa depan.

Perusahaan asal Jerman itu selama ini dikenal sebagai spesialis pembuat pagar penahan serpihan mobil di lintasan. Kini, Geobrugg – yang sudah menyuplai pagar untuk 10 sirkuit F1 – telah bekerja sama dengan perusahaan spesialis pencayahaan DZ Engineering SRL.

Mereka siap menyediakan sistem pencahayaan yang didesain menyatu dengan pagar lintasan. Selain berbiaya jauh lebih murah, rancang bangun sistem pencahayaan dan pagar ini akan cocok di hampir semua jenis sirkuit F1 saat ini.

Ide kerja sama ini adalah, DZ Engineering – yang juga menyuplai sistem pencahayaan Sirkuit Marina Bay di GP Singapura – mendesain lampu yang bisa dipasang di pagar pembatas buatan Geobrugg.

Lampu-lampu akan dipasang di tiang. Agar stabil, tiang-tiang itu disatukan dengan bagian atas pagar pembatas berstruktur kokoh yang berada di sejumlah sektor.

Teknologi menyatukan pagar pembatas dengan lampu ini membuat gelaran F1 malam hari jauh lebih ekonomis. Pasalnya, pihak sirkuit tidak perlu lagi membuat infrastrukur untuk sistem pencahayaan yang secara teknis sangat rumit dan membutuhkan biaya tinggi.

Baca Juga:

Aston Martin Masih Cari Sponsor Utama Resmi: Tsunoda Pembalap AlphaTauri untuk F1 2021

“Selama ini, rancangan pagar pembatas dari Geobrugg sudah lolos homologasi dari FIA dan tetap mengedepankan filosofi plug in and play (pasang mudah dan gunakan),” kata Jochen Braunwarth, Direktur Motorsport Solutions Geobrugg.

“Jadi, mengembangkan sistem pencahayaan yang baru yang lebih ekonomis bersama DZ Engineering SRL merupakan langkah maju lain yang sudah kami buat.”

Braunwarth menambahkan, balap F1 malam hari bakal lebih mahal, utamanya di sirkuit-sirkuit tidak permanen seperti trek jalan raya.

“Inovasi kami ini juga merupakan elemen kunci dari etos Geobrugg, efektifitas anggaran. Jadi, dengan mengombinasikan dua sistem (pagar pembatas dan pencahayaan), kami berharap bisa melihat lomba F1 malam lebih banyak lagi,” ujar Braunwarth.

Geobrugg dan DZ Engineering juga terus bekerja keras untuk memastikan sistem ini bisa menjadi solusi baru bagi sirkuit dari sisi efisiensi anggaran tetapi juga keamanan dan keselamatan untuk pembalap dan penonton.

Sejumlah tes kecelakaan juga sdah dilakukan. Utamanya untuk mengetahui seberapa besar efek hantaman mobil ke pagar hingga serpihannya terhadap sistem pencahayaan ini.

Dalam salah satu tes, sebuah mobil berbobot 1 ton dengan kecepatan 120 km/jam ditabrakan ke pembatas. Tiang penyangga lampu terbukti tidak goyang. Selama ini, tiang lampu diletakan bervariasi, ada yang agak jauh atau dekat pembatas lintasan, tergantung area trek.

“Kami sangat puas dengan performa sistem pencahayaan dan pagar dari hasil tes tabrakan yang sudah dilakukan. Kami bersama Geobrugg akan terus bekerja sama untuk mengembangkan sistem ini,” ucap Roberto Grilli, General Manager DZ Engineering.

“Saya berharap sistem ini juga bisa dipakai di ajang lain agar ikut merasakan keuntungan dari menggelar balap malam yang spektakuler.”