Sistem Samsung Bobol, Data Pribadi Pengguna Digondol Hacker

Merdeka.com - Merdeka.com - Samsung mengumumkan bahwa sistemnya telah dibobol pada Juli lalu. Namun pihaknya baru mengetahuinya pada 4 Agustus. Dampak dari pembobolan ini adalah data pribadi pelanggan diakses dan dicuri.

Bleeping Computer mengabarkan, Senin (5/9), pihak Samsung menjamin bahwa si pencuri tak mengambil informasi mengenai jaminan sosial maupun kartu kredit. Hanya saja, data pribadi umum seperti nama, kontak, demografi, tanggal lahir, serta registrasi produk, berhasil masuk.

"Samsung mendeteksi insiden dan mengambil langkah untuk mengamankan sistem yang terdampak. Sebagai bagian dari investigasi kami, kami telah melibatkan perusahaan keamanan siber pihak ketiga terkemuka dan berkoordinasi dengan penegak hukum," kata Samsung dalam pengumuman.

"Informasi yang terpengaruh untuk setiap pelanggan yang relevan dapat bervariasi. Kami memberi tahu pelanggan untuk membuat mereka mengetahui adanya masalah ini," kata perusahaan asal Korea Selatan itu.

Samsung pun menyarankan para pelanggan untuk melakukan beberapa hal. Pertama, tetap berhati-hati terhadap komunikasi yang meminta informasi pribadi pengguna atau yang mengarahkan pengguna ke web untuk meminta data mereka.

Kedua, Samsung menyarankan pelanggannya tidak mengklik tautan/ link atau mengunduh lampiran dari email-email yang tidak dikenal. Ketiga, pelanggan diajak untuk meninjau aktivitas mencurigakan di akun-akun mereka.

Sekadar informasi, ini adalah kedua kalinya sistem Samsung dilanggar, sejak awal tahun 2022. Saat itu, pada bulan Maret, Samsung mendapati kelompok pemeras data Lapsus$ melanggar jaringannya dan mencuri informasi rahasia, termasuk kode sumber perangkat Galaxy.

Sumber: Liputan6.com / Agustin Setyo Wardani [faz]