Siswa diimbau tidak jajan sembarangan untuk hindari hepatitis akut

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengimbau masyarakat termasuk siswa dan siswi di wilayah tersebut tidak jajan sembarangan demi menghindari terjangkit hepatitis akut.

"Untuk anak sekolah, jajanan harus dipastikan itu jajanan yang bersih dan sehat. Karena kalau tidak bisa dipastikan, lebih baik membawa makanan dari rumah saja," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Barat, Arum Ambarsari saat ditemui di Kembangan, Selasa.

Hal tersebut ditekankan Arum lantaran mayoritas penyebaran hepatitis akut di kalangan anak disebabkan makanan yang tidak bersih dan sehat.

Dia menyoroti banyaknya tempat jajan yang kurang bersih di sekitar sekolah dan tempat bermain anak-anak.

Selain itu, lingkungan tempat tinggal anak yang kumuh juga menjadi penyebab utama penyebaran penyakit hepatitis.

Baca juga: Warga Jakbar yang diduga terjangkit hepatitis bertambah jadi delapan
Baca juga: Dinkes DKI percepat intervensi antisipasi hepatitis akut

Karena itu, dia mengimbau seluruh orang tua di Jakarta Barat (Jakbar) agar selalu membersihkan lingkungan di rumah agar tidak terjadi penyebaran hepatitis yang membahayakan anak.

"Kita juga imbau rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, taati protokol kesehatan," kata dia.

Saat ini tujuh anak yang usianya berkisar satu sampai 16 tahun diduga terjangkit hepatitis akut
Tiga pasien sudah selesai dirawat dan sisanya masih dirawat di RSUD Tarakan, RSUD Kembangan, RS Mitra Keluarga dan RS Hermina.

"Rata-rata mereka gejala bervariasi, rata-rata ada demam dan gejala pencernaan," kata Arum.

Arum berserta jajarannya masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan ke tujuh orang tersebut benar-benar terpapar hepatitis akut atau tidak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel