Siswa Jombang Raih Nilai UN Tertinggi Jawa Timur

TEMPO.CO,  Surabaya-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Harun, mengumumkan tingkat kelulusan Ujian Nasional tingkat SMU di Jawa Timur mencapai 99,93 persen. Beberapa siswa mampu mencatatkan nilai akademik nyaris sempurna.

Alvinura Fajrin, siswa program IPA SMUN Mojoagung Jombang meraih nilai ujian 58,15. Siswa peraih peringkat tertinggi program bahasa adalah Nuril Ahadia Hasana dari SMAN 2 Genteng Banyuwangi dengan nilai 56,20. Sedangkan Kevin Gozali dari SMA Ciputra Surabaya dengan nilai 56,05 untuk program IPS. 

Untuk tingkat MA program Bahasa diraih Nurina Mahfudhoh dari MAN 2 Kediri dengan nilai 53,95 dan program IPA diraih M Zainur Rohman dari MA Matholi'ul Anwar Lamongan dengan 57,00. Untuk program IPS dan Agama masing-masing diraih Alif Kholifah dari MA Nurul Huda Suci Lamongan dengan 55,40 dan Novi Octavia dari MA Tarbiyatul Tholabah Lamongan dengan 55,35. Siswa SMK peraih nilai tertinggi yaitu Achmad Safi'i dari SMK Negeri 1 Tuban dan Ardi Pranata dari SMK NU 1 Karanggeneng dengan nilai 38,20.

Dikatakan Harun, perolehan nilai siswa tersebut mengantarkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan nilai rerata tertinggi secara nasional. "Jawa Timur sudah dua tahun berturut-turut tertinggi nilai rerata nasional di Indonesia," kata Harun seusai pengumuman Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional SMA 2013 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Kamis, 23 Mei 2013.

Ia pun menepis pernyataan dari DPR RI yang menyebutkan bahwa hasil UN tahun ini harus diabaikan, mengingat kekacauan yang terjadi selama pelaksanaan. Menurut Harun, hasil ujian ini sudang sangat akurat dan harus diapresiasi. Selain sesuai dengan aturan, hasil ujian ini sesuai dengan kompetensi dan prestasi siswa.

Koordinator Pengawas UN Jawa Timur Prof Muchlas Samani mengatakan kalaupun ada kecurangan ataupun kebocoran bisa diketahui dari pola jawaban. "Nanti bisa diketahui sekitar bulan Agustus, kita trace, akan kelihatan mana hitam, putih atau abu-abu," katanya.

Ia mencontohkan seperti UN 2012 lalu, Yogyakarta bukan peraih nilai tertinggi tapi terputih dalam pelaksanaan ujian. Artinya, pelaksanaan UN di daerah tersebut nyaris tanpa ada kecurangan seperti contek massal atau kebocoran soal.

UN ini juga dianggap Muchlas sebagai power test. Dengan tes ini memungkinkan siswa-siswa cerdas yang berada di sekolah atau daerah terpencil langsung terlihat menonjol. Sebab, mereka secara individual dipaksa mengerjakan soal dalam waktu pendek.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.