Siswa SD di Surabaya Positif Covid-19, Eri Cahyadi: Bukan Karena PTM

·Bacaan 1 menit
Seorang siswa mencuci tangan sebelum memasuki sekolah sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sebuah sekolah di Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/9/2021). Pemerintah kembali membuka sekolah di tengah pandemi COVID-19. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui ada satu siswa SD di Surabaya yang positif Covid-19 setelah dilakukan tes secara acak. Namun, setelah ditelusuri siswa ini teryata baru dari luar kota dan baru pertama kali mau masuk sekolah.

“Jadi, bukan yang sudah melakukan PTM selama ini,” kata Eri, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, setiap hari di sekolah dilakukan tes secara acak, dari setiap kelas diambil beberapa siswa, dan ternyata tadi ditemukan ada satu siswa yang positif.

"Tes ini penting dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam pelaksanaan PTM," sambungnya.

Dia berharap orang tua murid atau wali murid di Surabaya untuk selalu menjaga putra putrinya.

"Sama-sama menjaga antara wali murid dengan gurunya kalau kita mau terus melakukan PTM,” ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Ada Kluster Sekolah

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi menegaskan tidak ada klaster yang terjadi dari PTM jenjang SMA/SMK atau SLB di wilayahnya.

Laporan dari para Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Jatim untuk SMA/SMK SLB di Jatim aman dari klaster COVID-19 sekolah," ucapnya.

Wahid mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan PTM jenjang SMA/SMK atau SLB yang berjalan 22 hari untuk mengantisipasi adanya klaster Covid-19.

"SMA/SMK atau SLB telah 100 persen PTM. Untuk evaluasi, yang pertama sekolah melakukan hybrid learning, perpaduan antara tatap muka dan daring," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel