Siswa SMA di Padang bakal terima KTP elektronik di sekolah

Siswa SMA yang berusia 17 tahun di Kota Padang, Sumatera Barat, bakal menerima KTP elektronik melalui sekolah sebagai kado ulang tahun dari Pemerintah Kota Padang.

"Bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun akan mendapatkan KTP elektronik, ini program baru yang mungkin satu-satunya di Sumatera Barat, KTP elektronik bakal langsung diantar ke sekolah," kata Wali Kota Padang Hendri Septa di Padang, Selasa.

Menurut dia, kado ulang tahun tersebut akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Padang Hendri Septa saat menjadi inspektur upacara di setiap sekolah yang dikunjungi.

Baca juga: Perekaman KTP elektronik di Surabaya sasar sekolah dan kampung

Wako Hendri Septa menambahkan pemberian KTP-el bagi pelajar tersebut merupakan inovasi baru dari Pemerintah Kota Padang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kota Padang.

"Program seperti ini akan dilakukan secara bergilir setiap bulan ke SMAN sederajat yang ada di Kota Padang. Kita berharap melalui program seperti ini kualitas pelayanan publik dapat semakin meningkat," kata dia.

Baca juga: Animo pemudik di Sleman urus dokumen adminduk cukup tinggi
Baca juga: Dukcapil DKI catat 630 ribu dokumen diurus gunakan aplikasi pada 2022

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Padang Teddy Antonius menjelaskan untuk pendataan siswa yang akan mendapat KTP elektronik, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah yang akan dikunjungi Wali Kota Padang.

Nanti pihak sekolah yang melakukan pendataan sehingga Dukcapil Kota Padang akan melakukan pencetakan KTP-el.

"Saya berharap program ini dapat menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada para pelajar di Kota Padang agar mereka peduli dengan adminduk. Di SMAN 3 Padang sudah ada 45 pelajar yang mendapatkan KTP elektronik," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel